Wednesday, February 28, 2018

Segelas Cinta Seorang Ibu Bekerja

Mana yang lebih baik antara ibu bekerja dan ibu rumah tangga? Agaknya hal tersebut akan menjadi salah satu tema perdebatan abadi sepanjang masa. Tengok saja artikel-artikel yang viral di media sosial, pasti banyak di antaranya yang membahas tentang hal tersebut. Bagi saya, perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga atau memilih bekerja sama hebatnya. Sama-sama seorang ibu yang pasti menginginkan apa yang terbaik untuk anak-anaknya.

Ada yang bilang bahwa seorang ibu yang bekerja tak maksimal menjalankan perannya sebagai seorang ibu. Anak-anaknya akan menjadi kurang dekat karena hanya bertemu beberapa jam saja sehari. Benarkah demikian?

Saya mencoba mengingat-ingat. Memejamkan mata dan membayangkan sosok Mama yang terpisah ratusan kilometer jauhnya. Meski ia seorang ibu yang bekerja dari pagi hingga sore, saya tak merasa ‘jauh’ darinya. 

Ternyata ada rahasianya. Rahasia mengikat hati.

Saya akan memberitahukannya. 

Ada satu hal yang membuat saya merasa dekat dengan Mama meski ia seharian bekerja. Hal yang tampaknya sederhana tapi bisa menciptakan ikatan (bonding) antara seorang ibu dan anak. Mama tak pernah alpa menyiapkan sarapan sebelum semua penghuni rumah beraktivitas. Serepot apapun paginya, selelah apapun ia. Sesederhana apapun sarapan kami, Mama memastikan bahwa kami tak kelaparan sebelum meninggalkan rumah. 

Dan ya, ungkapan “dari perut turun ke hati” benar adanya. 


Sajian yang dihidangkan dengan penuh kasih sayang oleh seorang ibu akan membekas di memori sang anak, mengekal ke dalam sebuah ikatan emosional. Bagaimana tidak? Makanan adalah kebutuhan dasar manusia dan segala sesuatu bermula dari perut yang tak kelaparan, bukan?

Makanan yang dimasak Mama di pagi hari sederhana. Terkadang ia memasak sayur sop atau sayur bening lain, terkadang ia menumis sayuran. Terkadang ia menggoreng telur, tempe, atau tahu tanpa sayuran. Namun, jika sudah terlalu siang dan ia tak sempat membuat apa-apa, setidak-tidaknya Mama membuatkan segelas susu hangat atau energen. Hampir setiap hari. 

Segelas susu hangat atau segelas energen. Selalu ada.

Sarapan yang nampaknya ‘sepele’ nyatanya merupakan hidangan yang paling penting dalam sehari (most important meal of the day). Ketika seseorang menyantap sarapannya, tubuh menerima sinyal bahwa terdapat banyak kalori yang dimiliki tubuh untuk sehari. Ketika seseorang melewatkan sarapannya, tubuh menerima sinyal bahwa tubuh lebih baik menyimpan dibanding membakar kalori yang masuk. Berdasarkan penelitian, terdapat banyak sekali manfaat dari sarapan. Yang pertama, sarapan akan meningkatkan konsentrasi dan kinerja seseorang dalam belajar atau bekerja. Orang yang mengkonsumsi sarapan akan cenderung lebih berprestasi. Yang kedua, sarapan akan meningkatkan kekuatan dan daya tahan seseorang dalam melakukan aktivitas fisik. Yang ketiga, studi menyatakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi sarapan lebih cenderung memiliki berat badan yang lebih sedikit dibandingkan seseorang yang melewatkan sarapannya.
Energen, pilihan sarapan tepat

Wah, banyak sekali ya manfaat dari sarapan?

Ngomong-ngomong, karena Mama membiasakan sarapan dari kecil, hingga sekarang saya hampir tak pernah melewatkan sarapan. Oya, jam terbaik untuk sarapan adalah sebelum pukul sembilan pagi. Mengapa? Prof. Hardinsyah dari IPB mengatakan bahwa "Sarapan sebelum jam 9 penting sebagai sumber energi, stamina dan kekuatan agar otak dapat berfungsi dengan baik,". Rupanya, satu jam sebelum aktivitas kita dimulai, kadar gula darah dalam tubuh mulai menurun. Nah, untuk mencegah hal tersebut, diperlukan nutrisi yang diperoleh dari sarapan pagi.

Tapi, tak hanya asal sarapan ya, sarapan yang sehat adalah yang utama.  Ketentuan sarapan sehat itu bagaimana? Ada empat hal yang harus diperhatikan yakni tepat waktu, jenis asupan makanan tepat, komposisi tepat serta kebersihannya.

Ribet ya?

Nah, salah satu solusi praktis sarapan sehat adalah energen. Siapa yang tak kenal dengan produk yang memiliki tagline populer "Minum Makanan Bergizi" ini? Ya, tak salah memang jika Energen menjadi pilihan para ibu dalam menyiapkan sarapan sehat untuk keluarganya. Dalam satu gelas Energen terkandung susu yang dilengkapi dengan sereal, telur dan kumpulan vitamin serta mineral. Jadi, dengan sarapan Energen kamu bisa mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup.

Saat ini Energen tersedia dalam lima rasa : cokelat, vanila, kacang hijau, jahe, dan jagung. Tinggal pilih sesuai selera. Kacang hijau kaya akan serat yang berguna untuk pencernaan, cokelat bisa menghilangkan stres, aroma vanila bisa menenangkan pikiran, bulir jagung asli kaya akan kalori dan bisa membuatmu kenyang lebih lama, jahe akan menghangatkan tubuhmu dan menguatkan sistem imun. 

Kalau favorit saya sih vanila dan kacang hijau. Kalau kamu? 

Jadi, jangan lupa sarapan sehat sebelum pukul 9 pagi ya agar aktivitas seharian optimal. Kamu bisa banget mempertimbangkan Energen sebagai pilihan sarapan sehat untukmu dan keluarga. Sehat dan praktis untuk menunjang aktivitas dalam mengejar prestasi. 

Sudah siap sarapan sehat setiap pagi?

**

Referensi :
1. https://www.rush.edu/health-wellness/discover-health/why-you-should-eat-breakfast
2. https://www.webmd.com/diet/features/many-benefits-breakfast#1
3. http://health.liputan6.com/read/2651816/alasan-dibalik-pentingnya-sarapan-sebelum-jam-sembilan


8 comments:

  1. Setuju nih, manfaat sarapan emang banyak banget. Sarapan dengan energen lebih praktis dan bergizi.

    ReplyDelete
  2. Dari perut naik ke hati, hahaha. Sarapan wajib banget di kamus keluarga saya.

    ReplyDelete
  3. alm ibu juga sama kayak mama mba ga pernah alpa bikin sarapan akhirnya nular ke aku membiasakan anak n suami selalu terisi perutnya sebelum aktifitas. kalau aku ga smepet bikin cemilan ringan energen emang jadi solusi mba :)

    ReplyDelete
  4. ibu bekerja dan anak"nya yang tumbuh dengan sehat jangan jadi pembenaran bahwa wanita bekerja di luar rumah dengan cara" yang tidak syar'i (harus berdandan, ikhtilath, dll) adalah boleh dan bagus...

    walaupun begitu, seorang perempuan juga tidak dilarang untuk bekerja selama syarat"nya terpenuhi. istriku juga bekerja. ngajar di sd banat yang kami dirikan tiap senin, rabu, dan jumat. lokasinya alhamdulillah tidak jauh dari rumah. rekan"nya ya sesama ummahat.

    jelas yes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Postingan ini ngga ngebahas ibu bekerja versus ibu ngga bekerja ya :)

      Delete