Monilando's

Life. Books. Traveling. Socmed

Thursday, July 18, 2019

3 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan KPR Syariah untuk Pembiayaan Rumah




Membeli rumah pada dasarnya bukan merupakan aktivitas yang mudah. Selain mempertimbangkan jenis bangunan, pembiayaan dari harga jual rumah tersebut turut menjadi faktor kerumitan dalam memboyong sebuah rumah. Permasalahan pembiayaan rumah saat ini pada dasarnya telah terjawab dengan keberadaan fitur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang mana para konsumen dapat memiliki rumah dengan skema pembiayaan cicilan per bulan. Dewasa ini, skema pembiayaan KPR di Indonesia dibedakan menjadi dua  yakni KPR konvensional dan KPR Syariah.

Dalam satu dekade terakhir, KPR Syariah mendapatkan tempat sebagai fitur kemudahan dalam pembiayaan rumah-rumah secara jangka panjang. Secara garis besar, popularitasnya dikarenakan skema pembayaran dengan cicilan bernominal tetap. Secara historis, pengaplikasian awal KPR syariah diketahui hanya terbatas pada pembiayaan rumah-rumah di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Misalnya rumah dijual di Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan.

KPR syariah didefinisikan sebagai fasilitas pinjaman rumah yang dikeluarkan disalurkan oleh bank-bank syariah yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keungan dengan prinsip-prinsip yang berbasis syariat Islam. Meskipun saat ini banyak perumahan-perumahan berlabel syariah seperti beberapa proyek rumah dijual di Bogor tipe syariah, KPR syariah pada dasarnya adalah skema pembiayaan yang bersifat general. Tidak hanya dapat meng-cover perumahan-perumahan syariah seperti rumah dijual di Bogor, KPR Syariah kini juga dapat meng-cover hunian-hunian konvensional yang ada.

So, bagi kamu yang tertarik untuk menggunakan KPR Syariah sebagai skema pembiayaan hunian, beberapa poin di bawah ini  merupakan hal-hal yang harus kamu ketahui terlebih dahulu:

Memilih Bank Syariah

KPR Syariah dikeluarkan oleh bank-bank syariah yang telah dilegitimasi oleh pemerintah. Di Indonesia, semua bank berlabel syariah pada dasarnya menyediakan fitur tersebut. Untuk menemukan track record dari bank syariah tersebut, kamu dapat meriset bagaimana testimoni dari konsumen-konsumennya. Tips memilihnya adalah memilih dengan detail berdasarkan kebutuhan dan mempertimbangkan track record dari bank tersebut. Meskipun dalam layanan terlihat sama antara satu bank syariah dengan yang lainnya, pasti terdapat fitur-fitur yang berbeda. Biasanya, faktor yang membedakan adalah dari persyaratan dalam mengajukan KPR syariah, layanan asuransi, fitur over kredit dan faktor-faktor yang menunjang kemudahan pembayaran cicilan.

Keuntungan Menggunakan KPR Syariah

Salah satu hal yang harus diketahui sebelum memilih KPR Syariah sebagai skema pembiayaan pembelian rumahmu adalah keuntungan yang didapatkan saat mengajukannya.

Keuntungan pertama yang didapatkan adalah dari sisi nominal peminjaman. Berbeda dengan KPR konvensional yang mana nominal cicilan yang dibayarkan per bulannya akan berubah-ubah dikarenakan bunga yang didapatkan oleh penggunaan suku bunga mengambang (floating rate), KPR Syariah menggunakan suku bunga flat (fixed rate) dimana cicilan yang dibayarkan akan tetap hingga tenor berakhir.

Keuntungan kedua datang dari sebuah perjanjian jual beli bernama Akad Murabahah. Misalnya, kamu membeli rumah dijual di Bogor indent dan memilih bank syariah yang berlokasi di Bogor, bank syariah terlebih dahulu membeli rumah yang kamu inginkan kemudian menjualnya kepadamu. Harga jual yang ditentukan oleh bank syariah adalah harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang ditentukan melalui kesepakatan bank syariah dengan calon pembeli.

Persyaratan Mengajukan KPR Syariah

Sekilas terlihat sama seperti syarat pengajuan kredit perumahan rakyat konvensional, beberapa komponen dalam KPR syariah seperti surat keterangan bekerja dan slip gaji hingga dokumen-dokumen pribadi juga terdapat didalamnya. Untuk lebih mengenal persyaratan-persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dalam pengajuannya, kamu dapat melihat poin-poin di bawah ini :

     Warga Negara Indonesia
     Telah bekerja dengan status karyawan tetap atau telah memiliki usaha pribadi
     Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
     Bebas dari Daftar Pembiayaan Bermasalah (dianalisis oleh Bank)
     Dokumen-dokumen pribadi (Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan Surat Nikah)
     Menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
     Menyertakan slip gaji dan rekening koran

Selain detail persyaratan dari Bank, kamu juga harus memperhatikan skema pelunasan, rincian angsuran per bulan, skema sanksi, hingga biaya-biaya lain dalam pengurusan KPR.

Jadi, apakah kamu mempertimbangkan KPR syariah?


No comments:

Post a Comment