7 Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi




Tips menjaga kesehatan mental - Pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19)/virus Corona mengubah banyak hal dalam aspek kehidupan pada tahun 2020 ini. Dari aspek finansial, Covid-19 menyebabkan turun bahkan hilangnya sumber pendapatan bagi banyak orang. Pandemi ini juga menyebabkan para pekerja harus bekerja dari rumah, para murid harus belajar dari rumah, dan masyarakat terkena pembatasan sosial skala besar. Rapat virtual jauh lebih melelahkan dan berdiam diri di rumah berbulan-bulan membosankan. Tak mengherankan apabila situasi serba tak pasti yang berlangsung dari Maret 2020 ini meningkatkan kecemasan bagi sebagian orang.

Penting sekali untuk menjaga kesehatan fisik dan mental di masa sulit ini. Menjaga pola makan dan berolahraga adalah upaya untuk menjaga kesehatan raga. Nah, bagaimana tips menjaga kesehatan jiwa selama pandemi?

Stop mengkonsumsi berita negatif

Pada masa awal pemberitaan Corona di Indonesia, setiap hari saya menunggu pak Achmad Yurianto mengumumkan berapa jumlah orang yang positif Corona atau meninggal. Tanpa disadari hal tersebut menyebabkan tingkat kecemasan saya meningkat drastis. Tidur terganggu dan bayangan “bagaimana jika saya terkena Corona?” membuat hidup tak tenang.

Saya berpikir tak sehat juga jika dibiarkan. Akhirnya, saya pun berhenti mengkonsumsi pemberitaan terkait Corona, saya tak mau mengikuti perkembangan data terkait pasien Corona lagi. Toh, tak ada gunanya selain memuaskan rasa ingin tahu saja.

Jika dirasa perlu, pada level ekstrem, jangan meng-klik pemberitaan apapun tentang Corona. Berita negatif bisa masuk ke pikiran hingga alam bawah sadar.

Fokus pada apa yang bisa kita kontrol

Melihat keramaian masyarakat di pusat keramaian seolah mengabaikan penyebaran virus, saya merasa sedikit emosional. Namun, kita tak bisa mengkontrol orang lain bukan? Yang bisa kita lakukan adalah fokus pada apa yang bisa kita kontrol.

Hal-hal yang bisa kita kontrol antara lain asupan gizi, pikiran, ikhtiar menjaga kebugaran, dan tentu saja di atas itu segala ikhtiar adalah doa.

Jaga kondisi fisik

Ada istilah mens sana in corpore sano atau di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Kondisi fisik dan jiwa saling terkait. Olah raga tak harus dilakukan di luar rumah tetapi latihan fisik sederhana bisa dilakukan di rumah. Misalnya, melakukan stretching sederhana, yoga, atau zumba dengan dipandu dengan video yang ada di Youtube.

Ambil hikmah dari kondisi

Selalu ada hikmah yang bisa kita dapatkan dalam segala situasi, termasuk di masa pandemi ini. Bagi saya, diberlakukannya Work fom Home alias bekerja dari rumah membuat saya memiliki waktu penuh dengan si kecil yang baru berusia tiga bulan. Jika tak ada Corona, awal bulan April saya sudah harus berada di Jakarta dan menitipkan anak di daycare. Selain itu, saya memiliki kesempatan lebih lama berada di rumah orang tua pasca cuti melahirkan (saya sedang cuti ketika WFH diberlakukan). Artinya, saya bisa berlama-lama bersama orang tua dan adik, sebuah kesempatan yang langka setelah bekerja di Jakarta.

Kalau kamu, apa hikmah yang kamu rasakan di balik pandemi?

Buat jurnal syukur setiap hari

Ada latihan mental bagus yang bisa diterapkan : menulis jurnal syukur setiap hari. Setiap hari, tuliskan tiga hal yang membuatmu bersyukur beserta alasannya. Tak perlu hal-hal besar, hal yang nampaknya sederhana juga harus disyukuri. Caranya adalah dengan menuliskan apa yang disyukuri beserta alasannya, teknik ini terinspirasi oleh buku The Secret.

Misalnya, saya menulis, ”Saya bersyukur bisa makan garang asem yang enak hari ini karena membuat mood saya menjadi lebih baik,”

Saya pernah secara konsisten melakukan ini selama kurang lebih dua puluh delapan hari dan mendapatkan hasil yang luar biasa. Sudut pandang menjadi lebih positif dalam melihat segala sesuatu, perasaan lebih tenang, dan sikap mental menjadi lebih kuat. Bonus, satu bulan sesudah melakukan hal itu, saya dipertemukan dengan jodoh dari jalan yang tak disangka-sangka!

What goes around comes around...

Lakukan hobi

Di masa karantina seperti sekarang ini, sebagian dari kita memiliki lebih banyak waktu di rumah lantaran tak harus menempuh perjalanan pulang pergi ke rumah. Artinya, ada lebih banyak waktu luang yang bisa kita gunakan untuk hal-hal positif seperti melakukan hobi yang selama ini tak sempat dilakukan.

Jika kamu suka membaca, ini adalah saat yang tepat untuk mengakrabi buku lebih lama. Jika kamu suka membuat kue, inilah saatnya mengeluarkan oven dari kotaknya. Kamu juga bisa berlama-lama menonton film kesukaan melalui Netflix.

Lakukan apa yang membuatmu bahagia.

Es krim membuat saya bahagia

Temui psikolog jika memang membutuhkan bantuan

Dari rumah kamu bisa mengakses berbagai artikel kesehatan mental dari situs kesehatan tepercaya. Selain itu, di masa pandemi yang mana akses ke rumah sakit terbatas atau kita merasa khawatir pergi ke rumah sakit, kita bisa menggunakan jasa dokter secara online melalui aplikasi Halodoc.

Jadi, Halodoc merupakan penyedia jasa telekonsultasi kesehatan. Melalui situs atau aplikasi Halodoc, kita bisa memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan. Misalnya, konsultasi dengan dokter, membuat janji temu dengan dokter, atau membeli vitamin atau obat yang akan diantar dalam tempo waktu 60 menit. Pendek kata, akses kesehatan lebih mudah dengan Halodoc.



Halodoc menyediakan jasa konsultasi psikologi dengan para psikolog tepercaya. Cukup ketik psikolog dan muncul daftar nama psikolog yang dapat membantu.


Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat jiwa dan raga ya!

No comments