Tips Traveling ke Golden Triangle India




Traveling ke India - Traveling ke India itu seru. Kenapa? Karena ada saja drama yang ditemui sepanjang perjalanan. Nggak percaya? Setidaknya begitulah pengalaman saya dan suami selama sembilan hari di New Delhi, Jaipur, dan Agra. Tiga kota yang disebut sebagai Golden Triangle India. Setelah postingan Traveling ke Golden Triangle India yang lebih membahas tentang tempat-tempat yang kami kunjungi, kali ini saya mau berbagi tips traveling ke India agar perjalanan lebih menyenangkan dan bisa mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Sebelum ke India, teman saya yang sudah dua kali ke India memperingatkan bahwa di India banyak scam agar saya lebih waspada.
Alhamdulillah, bulan madu kami di India pada bulan April 2019 lalu berjalan lancar. Hati-hati itu harus tapi tentu tetap menikmati perjalanan.
Apa saja tips jalan-jalan ke India? Yuk, check it out!

Install aplikasi Uber atau Ola
Uber di India seperti taksi, semua seragam berwarna putih. Uber membantu untuk memperkirakan tarif perjalanan (misal selanjutnya mau naik tuktuk/sebutan untuk bajaj di sana). Jadi, misal tarif uber 60 rupee (sekitar 12 ribu rupiah), kalau dimahalin ya bisa memperkirakan biar tak terlalu jauh selisihnya. Ohya, Uber ada di Delhi, Jaipur, Agra. Hanya saja di Agra tempo hari agak susah mendapatinya. Selain Uber ada juga aplikasi Ola.

Bajaj dan uber di India (dok. pribadi)

Hindari Street Food
Hindari street food mengingat higienitasnya kurang terjamin (lalat bertebaran di mana-mana). Kami hanya beli makan di tempat makan tetapi ya begitulah masih saja kena diare karena mencari tempat makan yang benar-benar higienis agak susah di India. Namun, kalau mau mencoba ya tidak apa-apa jika memiliki ‘ketahanan perut’ yang cukup tinggi. Lebih baik juga kalau kita sedia obat diare.

Install aplikasi Zomato
Zomato di India melayani pengiriman makanan atau Uber Eats kalau mau memesan makanan. Buat yang tak punya kartu kredit (seperti saya), bisa pesen makanan pakai Jenius (bukan promosi lho). Kami sempat merasakan pengalaman kurang menyenangkan yakni ketika hendak menuju tempat makan menggunakan tuk-tuk, kami dicegat oleh seorang sopir taksi yang memaksa kami turun dari tuk-tuk lalu menggunakan taksinya. Supir tuktuk dibentak-bentak, kunci dipegangi. Kami menolak dan kemudian turun dari tuk-tuk kembali ke hotel. 10 menit kemudian kami mau nyari tuktuk lain, eh ternyata si supir taksi nungguin kami.
Zomato sangat membantu kami yang kelaparan tapi sedang susah mencari makan. Jangan lupa mencari halal food jika kamu seorang Muslim. Biasanya restoran ala timur tengah yang kami temukan.

Pesan Tiket Kereta Terlebih Dahulu
Delhi, Agra, Jaipur dapat ditempuh melalui jalur darat (bus/kereta) atau jalur udara. Jika kamu bermaksud menggunakan kereta lokal, sebaiknya kamu memesan jauh-jauh hari. Kami terlalu pede membeli tiket kereta go show dan kehabisan tiket ketika bermaksud menggunakan kereta api dari New Delhi ke Jaipur sehingga akhirnya menggunakan bus. Kami pun akhirnya memesan tiket kereta untuk perjalanan dari Agra menuju New Delhi. Uniknya, jika memesan tiket kereta melalui situs penyedia jasa kereta secara langsung, harus memiliki nomor telpon India. Solusinya adalah menggunakan jasa pihak ketiga. Kami menggunakan jasa 12Go Asia.

Salah satu sleeper bus di India (dok. pribadi)

Salah satu kereta api di India (dok. pribadi)

Bawa Rupee yang Cukup
Sebaiknya membawa rupee yang cukup atau membawa dollar kalau mau menukar uang. Pengalaman tempo lalu di Agra, kami menemui beberapa ATM yang tertulis “uang habis” dan kartu ATM beberapa bank tertolak di ATM. Kebetulan kami tidak memiliki kartu kredit dan sempat kebingungan mengingat uang sudah sangat tipis. Buat jaga-jaga, bisa juga seperti kami kemarin memakai Jenius sebagai alternatif jika tidak memiliki kartu kredit. Kartu Jenius bisa digunakan secara tarik tunai di money changer. Namun, biaya jasa di tempat penukaran uang cukup lumayan yakni sebesar 8% dari nilai transaksi, di luar biaya penarikan uang menggunakan debit Jenius sebesar Rp25 ribu.

Pastikan kartu ATM bisa digunakan di India
Kami gagal ambil uang di ATM di kota Agra (sebelumnya kami sudah sedia uang Rupee yang menurut kami cukup tapi ternyata kurang jadi harus mengambil uang). Kami menggunakan kartu debit Mandiri, BSM, Muamalat, entah kenapa semua kartu tak bisa digunakan untuk mengambil uang di Agra pada waktu itu. Kami sudah mendatangi sekitar 20 atm beberapa bank India, kartu declined semua di ATM. Kami sampai mendatangi bank nasional India menanyakan hal tersebut (kenapa kartu kami berlogo visa tetapi tak bisa digunakan), petugasnya menjawab mungkin harus ada aktivasi dari bank asal dan kami disuruh menghubungi bank asal. Entahlah. Saya merasa pede bisa ngambil uang di atm India karena dulu waktu ke Mesir berhasil ambil uang di ATM Mesir pakai kartu debit Mandiri.
Jadi, saran saya sebaiknya sebelum ke India, telpon dahulu ke bank yang kita gunakan untuk memastikan apakah kartu ATM bank tersebut bisa dipakai di sana.

Hati-hati di ATM
Ketika kami berada di salah satu bilik ATM di Agra, tiba-tiba seorang laki-laki muncul dari bilik di belakang ATM dan kemudian menawari membantu kami yang nampak kesulitan. Awalnya saya pikir itu petugas atau bagaimana (lagi panik karena kartu debit tak bisa dipakai jadi tak berpikir panjang), eh untunglah pak supir tuktuk kami yang baik hati dengan sigap menghampiri dan ‘’membentengi” kami dari laki-laki itu. Kalau tidak, mungkin kami bakal kena scam.

Katakan “Nehi” Jika Ada yang Mengganggumu
Orang India kalau menawari sesuatu agak maksa. Kami sudah menolak dengan halus tetapi masih saja diikuti. Kalau menolak tawaran sesuatu, ucapkan saja “nehi”/dibaca nei (tidak) niscaya akan dijawab dengan bahasa Hindi (jadi kita tak tahu artinya apa, kecuali kamu bisa bahasa Hindi). Kalau menolak dalam bahasa Inggris, kita mungkin masih paham apa yang diomongkan.
Ngomong-ngomong, semoga Corona segera berlalu dari muka bumi dan kita semua berkesempatan jalan-jalan lagi!


No comments