Showing posts with label tips. Show all posts

Yuk, Berjualan dengan Lebih Elegan

Siapa sih yang tak suka berjualan? Apalagi di era digital ini yang mana banyak media pendukung seperti aplikasi chatting atau media sosial. Namun, berjualan tetaplah harus memiliki etika dan seni, bukan?

1. Jangan berjualan di lapak orang
    Ketika orang membuka lapak dunia maya, jangan berjualan di lapaknya. Misal dengan berlapak melalui komen di lapak orang lain. Have your ethics, please. Buat lapak sendiri itu selain menghargai orang lain juga menunjukkan bahwa penjual tersebut memiliki etika.

2. Don't spam
    Bagi pengguna instagram, pasti tak asing dengan komentar seperti, "Cek ig kami, sis," "Hijab murmer" blabla yang ada di postingan para selebgram (pengguna Instagram yang memiliki banyak followers). Entah apapun fotonya, selalu saja ada komentar spamming berjualan. Malah, ketika akun almarhumah pramugari Air Asia terekspose dan kemudian banyak diikuti, ada juga yang spamming jualan di akun almarhumah. Tidak sopan dan tidak berempati. Kalau saya melihat olshop 'berpromosi' dengan cara seperti itu, saya justru tak tertarik beli sama sekali di tempatnya. Begitu juga di blog, ada saja komentar spamming, cukup klik 'spam'.

3. Jangn berbohong
    Kalau Anda suka bermain Instagram dan mengikuti akun selebgram, Anda akan sering juga menemui komentar seperti, "Makasih ya kak (nama artis), berkat direkomendasikan kakak di (akun jualan) penampilanku makin oke," atau bahkan akun yang mengatasnamakan agama juga "Semenjak dikasih tau kakak tentang akun XX, pengetahuan agamaku makin bertambah,". Duh, beneran si artis merekomendasikan? Udah spamming, bohong pula.

4. Jangan broadcast sering-sering
    Pengguna BBM pasti sering menerima broadcasted message. Bolehlah broadcast sesekali tapi kalau setiap hari atau bahkan sehari beberapa kali tentu membuat orang yang melihat menjadi 'eneg'. Kalau saya sih hampir tidak pernah membaca BC jualan, atau menghapus kontak yang mengganggu seperti itu.

5. Do softselling
    Lebih menarik mana membaca judul BC "Sampo Unya Unyi, menghaluskan rambut" atau "9 Tips Merawat Rambut Mudah dan Murah". Judul pertama menunjukkan hardselling atau gampangnya jualan tanpa tedeng aling-aling. Judul kedua berisi tips merawal rambut yang diakhiri dengan kalimat seperti ini misalnya,"Salah satu solusi untuk memiliki rambut halus adalah sampo Unya Unyi, cukup 20rb saja bisa beli di kami,". Yes, berikan manfaat terlebih dahulu kepada pembaca, tak sekadar jualan. Dalam sebuah seminar bisnis yang saya ikuti, konten softselling yang bagus terdiri dari 80% sesuatu yang bermanfaat/menarik bagi calon pembeli, 20% di bagian akhir konten baru jualan. Apalagi di Facebook, sering kita jumpai artikel yang dibagikan dari akun jualan. Orang yang membagikannya tak peduli siapa yang mengunggah artikel tersebut tetapi peduli pada isinya. Kalau di blog, contoh penulis yang jago melakukan softselling menurut saya adalah Alit Susanto (shitlicious).

6. Bikin berbagai promo menarik, alih-alih 'spamming'
    Menjadi penjual yang baik tentu memerlukan 'seni'. Daripada spamming, lebih baik buat kuis/giveaway yang salah satu syaratnya adalah follow/like/share. Biarkan pembeli memutuskan apakah dia ingin mengikuti aturan main lomba. Atau bisa juga membuat diskon/free ongkir  dan berbagai kreasi berjualan lainnya.

7. Ungkit produk dengan tokoh ternama
    Promosi yang paling efektif dalam berjualan adalah melalui testimoni/review dari para pengguna. Dan selebgram/artis/influencer memiliki pengaruh cukup besar. Cari tokoh yang membuka peluang endorse atau menerima paid-promote.

So, here are my tips. Ada yang ingin menambahkan?

9 Tips Belajar Bahasa Asing dengan Cepat


9 Tips Belajar Bahasa Asing dengan Cepat. Bismillah. Melanjutkan salah satu postingan viral di blog ini, Tips Mengerjakan Tes Bahasa Inggris dengan Cepat dan Tepat, yang sudah dilihat hampir 70rb kali, kali ini saya mau berbagi tips belajar bahasa asing (secara umum) dengan cepat. So, here are my tips :
 
1.         Get a mentor
Bagaimana cara paling cepat untuk sampai ke suatu tempat? Buka peta? Bisa jadi. Namun, akan butuh waktu untuk membaca dan memahami, juga mengeksplorasi hal yang benar-benar baru, belum jika ‘tersasar’. Cara paling cepat untuk sampai ke suatu tempat adalah bertanya kepada orang yang sudah sampai ke sana. Begitu juga dengan belajar bahasa asing yang notabene mempelajari sesuatu baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Carilah orang yang sudah menguasai bahasa itu untuk mengajari, mulai dari pelafalan, tata bahasa hingga penulisan. Guru atau mentor bisa melalui kursus, belajar dari teman yang sudah terlebih dahulu bisa, menonton video tutorial bahasa di Youtube dan sebagainya. Tentu akan lebih baik jika memiliki mentor yang bisa bertemu langsung. Pembelajaran bisa lebih mendalam, interaktif dan dibenarkan jika salah.

2.         Dengar, dengar, dengar
Kata dalam bahasa asing apa yang pertama kali Anda dengarkan? Kelas 6 SD, saya masih ingat benar ketika seorang teman berkata “sam-wan”. Menguasai bahasa asing di era globalisasi seperti ini tentu lebih mudah dibanding tahun 1990 atau 2000an. Bahasa pertama merasuk melalui apa yang kita dengar, bukan? Maka, jika Anda ingin menguasai bahasa asing, Anda harus sering-sering mendengar bagaimana bahasa itu diucapkan. Lagu adalah salah satu ‘alat’ yang memudahkan penyebaran bahasa. Selain itu, terbiasa mendengar akan memudahkan dalam mempelajari tata bahasa karena telah terbiasa mendengarkan bagaimana suatu kalimat diucapkan.
Misal, saya mencari di Google “Lagu Mandarin Terbaik” untuk kemudian saya dengarkan sebelum saya ikut melafalkan atau menuliskannya. Yue Liang Dai Biao Wo De Xin
(月亮代表我的心) adalah lagu pertama saya belajar bahasa Mandarin dan lagu ini amat membantu karena ia lagu yang amat populer jadi secara tak sadar bisa ikut berdendang. Atau bagi umat Islam yang sudah amat terbiasa mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an dalam bahasa Arab, hal itu amat membantu ketika belajar bahasa Arab. 
Contoh :
Istilah “Allahu Ma’ana” adalah istilah yang mungkin sudah amat sangat sering didengar umat Islam. Jika terbiasa mendengar Allahu Ma’ana tentu akan tahu jika Allah(a) ma’ana itu tidak tepat. Pelafalan Allah secara marfu’ (dibaca dengan akhiran ‘u’ sederhananya) karena dalam kalimat tersebut bertindak sebagai subjek, bukan dibaca manshub (dibaca  dengan akhiran ‘a’ sederhananya). Secara tak langsung, tata bahasa akan semakin mudah dengan lebih sering mendengar.

3.         Speak up!
Yang paling penting dari bahasa adalah bagaimana cara Anda mengucapkannya bukan? Ucapkan kata asing begitu Anda mendengar sebuah kata asing baru untuk pertama kalinya. Anda akan mendapatkan ‘feel’. Oh, begini kata itu diucapkan. Jangan terlalu memedulikan grammar atau tata bahasa ketika berbicara. Latihan berbicara akan membuat Anda ‘tak kelu lidah’ dan semakin fasih dalam pelafalan. Contoh, dalam bahasa Mandarin, satu kata ‘ma’ bisa memiliki empat cara pengucapan : nada satu dibaca datar, nada dua dibaca naik, nada dibaca turun lalu naik, nada empat dibaca turun. Beda pengucapan nada akan memberikan arti yang berbeda.
Tips :
Agar makin fasih berbahasa Inggris, kebiasaan saya adalah ‘latihan-satu-menit’. Pikirkan satu kata. ‘Love’ misalnya, lalu pasang timer selama satu menit. Dalam satu menit itu, jelaskan apa saja tentang kata yang sudah dipilih itu. Awalnya, mungkin masih banyak terdiam, lama-lama akan semakin fasih dan fasih.   

4.         Catat, catat dan catat
Mencatat sesuatu akan semakin memudahkan dalam belajar dan menghafal. Terlebih bahasa asing yang seringkali memiliki cara penulisan berbeda dengan bahasa Indonesia. Misal, seseorang dalam bahasa Inggris dibaca samwan tetapi ditulis someone. Atau, jika belajar bahasa Mandarin, tak ada pilihan lain selain sering-sering berlatih menulis. Untuk bisa membaca koran dalam bahasa Mandarin setidaknya perlu mengetahui dua ribu karakter yang berbeda satu titik atau garis pendek saja bisa berbeda arti. Misal bu (dibaca pu) memiliki arti ‘tidak’, sementara jika garis datarnya tembus seperti (mu) memiliki arti ‘pohon’.
Tips belajar bahasa Mandarin :
Tulis satu karakter minimal 20 kali. Lihat dari berbagai situs belajar bahasa Mandarin tentang cara atau urutan dalam karakter. Tips ini juga bisa dipraktekkan untuk belajar bahasa yang memiliki huruf 'unik' atau berbeda dengan alfabet latin.

The More You See, The More You Hear (8 Tips To Be More Open-minded)


Are you an open-minded one?
Bertemu orang baru, pernahkah begitu mengasyikkan?

Siang sampai malam, lebih dari enam jam saya habiskan bersama Ninda, mengelilingi Mal Kelapa Gading lebih dari sepuluh ribu langkah (setidaknya hitungan di aplikasi S Health). Pada awalnya, saya tahu Ninda karena dia temannya teman kuliah. Eh, ternyata sepantaran dan kami sama-sama suka nulis di blog. Saling berkunjunglah. Lama-lama, kami kopdar (lupa siapa yang ngajak duluan :p) dan kemudian berlanjutlah, ini kopdar kami ketiga. Obrolan kami hari ini begitu seru, saya jadi dapat info merk-merk lipstik bagus, tas branded dan hal-hal menarik lainnya. Talking with her absolutely broadens my mind. Maklum, kami punya latar belakang yang cukup berbeda. Saya yang kuliah kedinasan dan kemudian menjadi PNS dengan dia yang bekerja swasta. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar teman yang saya punya berasal dari latar belakang yang sama, yang secara tak langsung memiliki pola pikir yang tak jauh berbeda.

Ngomong-ngomong, di postingan kali ini saya ingin berbagi tips untuk menjadi orang yang lebih open-minded atau berpikiran terbuka :
1.         Meet new people
Seperti berkenalan di dunia maya dengan Ninda kemudian janjian bertemu. Berada di antara orang dengan latar belakang sama itu mengasyikkan karena kita tak perlu banyak penyesuaian. Namun bergaul dengan orang baru (yang memiliki beraneka perbedaan) itu penting, selain untuk menambah koneksi juga menambah wawasan. Misal saya yang berlatang belakang keuangan jadi dapat wawasan baru berkenalan dengan dokter. Dulu, saya nggak mau kalau makan bareng teman dan dia mengajak temannya yang nggak saya kenal. Lambat laun saya menyadari, justru ajang dikenalin dengan temannya temen itu kesempatan yang bagus untuk mendapatkan teman baru. Ya, temannya teman berarti orang baru yang terpercaya bukan? Bukan asal kenalan juga :D

2.         Read more books
Buku jendela dunia. Yes. Membaca buku tak hanya yang sesuai selera tetapi sesekali perlu juga melihat sudut pandang berbeda, dari pengarang yang berbeda. Misal, membaca buku dengan genre yang bukan favorit kamu.

3.         Watch more movies
Film merupakan sebuah dokumentasi yang bagus akan suatu tema. Ia tak hanya menggambarkan cerita sang tokoh tetapi juga memberikan berbagai pandangan, entah dari segi latar atau pesan yang tersirat disampaikan.

4.         Travel and wander
Well, bagi saya traveling memegang peranan besar dalam membentuk saya sekarang, memberikan pandangan dan pemahaman yang berbeda. Misalnya, ketika saya menjelajah pulau Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu atau ketika saya menjelajah Pulau Flores selama sembilan hari yang mana mayoritas penduduk Flores beragama Katolik. Atau, misal, tatkala berkelana ke kampung Badui Dalam dengan adat istiadatnya yang begitu kental. Traveling membuat saya lebih menerima dan menghargai perbedaan serta lebih mudah beradaptasi. Pikiran saya jauh lebih terbuka dengan traveling.

Tips Menjadi Penulis Bestseller dan Go National


Siapa yang tak kenal  A. Fuadi dengan trilogi Negeri 5 Menara yang begitu fenomenal, siapa pula yang tak kenal dengan Asma Nadia atau siapa yang tak tahu Ippho Santosa? Ketiga penulis ternama Indonesia dengan penjualan terbaik (bestselling). Apa saja tips menulis dari mereka? Berikut catatan dari seminar “Menjadi Penulis Best Seller dan Go National yang diadakan di kantor Kompas Gramedia pada hari Ahad 6 September 2015 lalu. 

Menulis Membukakan Semua Pintu Kemungkinan untuk Saya
Anda pasti tahu dengan ‘mantra’ Man Jadda Wajada yang menjadi ‘ruh’dari kisah Alif dkk di Negeri 5 Menara. Ya, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Lalu, bagaimana kesungguhan A. Fuadi sang penulis sendiri dalam mengikat huruf demi huruf?

Laki-laki peraih sepuluh beasiswa luar negeri ini menerangkan bahwa menulis membutuhkan tiga hal yakni sebatang pulpen, secarik kertas dan sebongkah hati. Ya, semua kejadian dalam hidup kita bisa jadi tulisan. Contohnya, pada awalnya A. Fuadi berat hati menuruti perintah sang amak (ibu) untuk menuntut ilmu di pesantren Gontor yang terpisah ribuan kilometer jauhnya dari kampung halaman. Namun, kemudian buah mengikhlaskan keterpaksaan -begitu ia menyebutnya- amatlah manis. Ia tak hanya berhasil meraih pendidikan akademis dengan kualitas tinggi tetapi juga kisahnya mampu menjadi buku dan film yang menginspirasi jutaan orang di negeri ini. 

Proses menulis A. Fuadi terdiri dari empat pertanyaan besar yakni :
1.         WHY
Luruskan niat dalam menulis. Mengapa menulis? Niat yang tulus merupakan suntikan semangat yang tidak putus.
2.         WHAT
Apa yang hendak dituliskan? Kenal, peduli, familiar dan tahu akan apa yang ditulis merupakan “obat kuat tulisan”.
3.         HOW
Lakukan riset tentang apa yang hendak ditulis. Baca buku, kamus, tesaurus untuk memperkaya khazanah penulisan. Referensi berharga A. Fuadi adalah surat yang dikirimkannya kepada sang amak ketika masih menimba ilmu di pesantren yang masih tersimpah rapi. Selain itu, ia membaca banyak buku sebelum menulis, salah satunya adalah buku tentang kehidupan di asrama (yang mirip dengan kehidupan di pesantren).
4.         WHEN
Kapan Anda hendak menulis? Cicil setiap hari, begitu sarannya. Sedikit-sedikit lama-lama bisa menjadi buku bukan?

Tak lupa, A Fuadi berbagi tips agar bisa mendunia :
1.         Tema Indonesia
2.         Gali budaya, bahasa, agama, orang, legenda, alam
3.         Terjemahkan karya ke bahasa lain
4.         Aktif kenalkan karya di acara internasional seperti UWRF (Ubud Writers and Readers Festival)
5.         Gunakan social media
6.         Pelajari jalan penulis-penulis ternama seperti Pramoedya Ananta Toer, Andrea Hirata, dsb

Gambar diambil dari twitter @ipphoright
Serta tentu saja, “Terus belajar, terus membaca,” begitu pesan pemungkasnya. Menulis mampu membukakan semua pintu kemungkinan. Misal keliling dunia atau buku yang berubah medium menjadi film.

Saya Senang Jika Buku Saya Dibajak
Kalau Anda mendengar tentang Ippho Santosa, bisa jadi Anda akan teringat dengan ‘otak kanan’. Namun, jangan salah, laki-laki kelahiran Pekanbaru ini merupakan salah satu penulis mega bestseller di Indonesia. Karya fenomenalnya yang berjudul “7 Keajaiban Rezeki” berhasil menorehkan tinta emas dengan penjualan di atas satu juta eksemplar, sebuah angka yang teramat fantastis. Edisi bajakan juga dapat dijumpai dengan harga 20rb. Namun, sang penulis menegaskan bahwa ia senang jika bukunya dibajak, karena tidak semua buku dibajak, hal itu menunjukkan bahwa karyanya diakui.

Ippho mengisahkan bahwa pada awalnya ia ‘dipaksa’ menulis selaras dengan pekerjaannya di bidang marketing. Tak dinyana, tulisannya disukai. Ia kemudian menulis untuk surat kabar sebelum menerbitkan bukunya. 

Berikut tips agar go National ala Ippho Santosa :
1.         Start with the RIGHT
Awali dengan right intention alias niat yang benar dan kuat.
2.         Differentiation
Terdiri atas mencari a) segmen atau kesempatan, b) sesuai passion dan kompetensi hingga c) appearance dan wording
3.         Leverage
a)      Print and broadcast media, b) website and social media, c) certification, award and celebrity

Tips Mengerjakan Tes Bahasa Inggris dengan Tepat dan Cepat

tips mengerjakan tes bahasa inggris dengan cepat dan tepat

Tips Mengerjakan Soal Bahasa Inggris - Bismillah. Melanjutkan postingan sebelum ini mengenai tips lolos USM D-IV STAN, kali ini saya ingin berbagi tips mengerjakan tes Bahasa Inggris dengan cepat dan tepat (sepengetahuan saya tentunya :D).

Tes Bahasa Inggris yang ada (baik tes USM D-III maupun D-IV STAN, atau TOEFL pun untuk structure and written expressions atau error recognition sebenarnya polanya gitu-gitu saja dalam arti tentu tak ada grammar yang berubah, hanya variasi soal saja (dan tingkat kesulitan/jebakan tentunya). Namun, tentu saja ada beberapa tips yang bisa dibagi agar tak hanya tepat mengerjakan tetapi juga cepat (target satu soal bahasa Inggris untuk structure and written expressions atau error recognition dapat dikerjakan dalam waktu sepuluh-lima belas detik per soal, untuk bacaan /reading comprehension memang kadang dibutuhkan waktu yang lebih lama). 

Here we go :
1.    Yang pertama tentu saja, pelajari kembali dasar-dasar grammar, untuk mengingat-ngingat kembali jika ada tata bahasa Inggris yang terlupa. Buku Longman cukup sederhana dan mudah dipahami. Ambil intinya saja. Atau shortcut yang lebih cepat lagi, identifikasi jenis tata bahasa yang sering keluar, cari materinya. Baiknya sih yang pertama hehe.

2.    Secara umum, dalam mengerjakan soal Bahasa Inggris, sebisa mungkin tidak perlu membaca soal secara menyeluruh.  Mengapa buang-buang waktu mengerjakan yang berharga dengan membaca keseluruhan soal jika dengan satu, dua, tiga kata langsung bisa tahu jawaban. Tak percaya?

Contohnya :

1)  After ...... the South Pole, Amundsen spent three days in taking measurement of the vicinity.
     a. reached                                           c. reaches
     b. reaching                                         d. reach

     Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik

     Tips :
  •  Mengerjakan soal ini hanya perlu membaca kata after, Amundsen dan opsi jawaban          (bentuknya verba semua, lihat sekilas saja opsi jawaban), tak perlu baca kata-kata lainnya (hemat waktu, ingat tiap detik berharga saat mengerjakan)
  •  After = preposisi, setelah preposisi opsi jawaban bentuk verba semua. Verba setelah preposisi selalu dalam bentuk gerund (V-Ing) atau dikenal dengan gerund as object of preposition, apalagi Amundsen merupakan orang/subjek suatu pekerjaan. Sehingga jawaban yang tepat adalah reaching.

2) .... to the earth, a massive tidal wave will occur.
    a. if the moon were too close           c. If the moon will too close
    b. if the moon was too close            d. If the moon is too close
          Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik

          Tips :
          a. Jika ada titik-titik di bawah kalimat, langsung lihat opsi jawaban untuk mengira-ngira ini                     soal bentuknya apa, oh ternyata if clause.
          b. Kemudian setelah tahu soal tentang if clause, tak perlu membaca seluruh soal.
              Cukup cari anak kalimat kedua will dalam bentuk apa (will, would atau would have). Jadi                     dalam soal di atas cukup membaca sekilas opsi jawaban (if semua), dan will (occur) saja.
   c.  If clause> > will >> langsung ingat bentuk kalimat setelah if pasti dalam bentuk present  tense. Langsung lingkari jawaban (d)

Hint :
If clause/conditional tense (pengandaian) ada tiga tipe : type 1, type 2, type 3.
Type 1  >> showing probability >> If + (present tense sentence), S + will + Vo
Type 2 >> showing something unreal in the present >> If + (past tense sentence/ tidak nyata di masa sekarang, bentuk tense mundur dari present ke past), S + would +Vo.
Ingat  to be yang digunakan setelah if selalu were, apapun subjeknya.
Contoh : If I were the president of Indonesia, Indonesia would be rich
Type 3 >> showing something unreal in the past >> If + (past perfect sentence/tidak nyata di masa yang lampau, bentuk tense mundur dari past ke past perfect), S+ would have + V3

3) ..... establish a great new religion, but his revoit against Hindu deeply influenced Hinduism itself.
         a. Buddha only did not                   c. Not only did Buddha
         b. Only Budha did not                     d. Not only Buddha did
         Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
         Tips :
a.    Jika ada titik-titik di awal kalimat, baca sekilas opsi jawaban terlebih dahulu
b.    Jika ada negative expression (seperti no, not, never, hardly, barely, only, etc) pada awal kalimat, maka subjek dan verba posisinya dibalik (inverted)
c.     Cukup baca sekilas opsi jawaban >> baca pada semua opsi ada kata only >> dapat dipastikan jawaban yang tepat adalah yang dalam bentuk inverted atau opsi jawaban (c) not only did Buddha
Hint :
Bentuk klausa awalnya Buddha did not only establish a great new religion, tetapi kemudian di-invert menjadi Not only did Buddha establish a great new religion, bentuk inverted clause menjadi seperti pertanyaan >> (not only, as negative expression) + did (as helping verb) + Buddha (S) + Vo + Object

3.    Dalam structure and written expression sebenarnya polanya berulang atau itu-itu saja. Maka hendaknya mempelajari pola-pola yang sering muncul dalam soal seperti :
a.       Gerund
Ingat gerund (bentuk V-ing yang bertindak sebagai noun/noun clause) memiliki beberapa fungsi seperti :
1)      Gerund as object of preposition,
Example : After going to the library, she went to restaurant (bukan went, meski dalam kalimat bentuk past tense)
2)      Gerund as subject
Example : Swimming is my hobby (swimming merupakan subjek kalimat ini, ingat jika ada kata kerja mengawali kalimat maka bentuknya adalah gerund)
3)      Gerund as object
Example : I love swimming (swimming sebagai objek, ingat tidak boleh ada dua kata kerja dalam bentuk dasar berjajar bersama-sama tanpa ada pemisah (misal love dan swim dalam contoh kalimat), salah satunya harus dalam bentuk gerund)
Etc, silahkan dicari seluruh fungsinya ^^
b.    If clauses/conditional tense, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
c.     Penggunaan kata yang diikuti oleh to-inf atau gerund
Misal : want + to, decide+to, mind+ v-ing, look forward to + v-ing, avoid + v-ing, etc
d.    Penggunaan tense yang tepat , biasanya melalui kombinasi tense seperti  future perfect tense, future continous tense, etc.
Tips : perhatikan kata keterangan waktu, jika ada kata keterangan waktu now biasanya ada bentuk continous (sedang/v-ing), perfect tense biasanya ada kata keterangan waktu since/for
e.    Kalimat preferensi, seperti prefer + v-ing/ noun/noun clause, to+v-ing/noun/noun clause atau rather+V1, than
Example :
People prefer spending the first day of id at their house to .... public fasilities
a.    visiting                               c. visits
b.    visit                                     d. visited
Jawaban : visiting, ingat prefer+ v-ing/ noun/noun clause. Jika memegang dasar ini, tak ada sepuluh detik untuk menjawab ^^
f.     Parallelism (menunjukkan pola/bentuk yang sama)
Example : I love reading, writing and swimming(bentuk gerund semua, tak boleh ada yang to-inf)
g.    Penggunaan must have, should have, could have, might have
Baik must have, should have, could have, would have harus diikuti V3.
Ketiganya memiliki arti yang berbeda (dilihat dalam konteks kalimat):
1)    Should have + V3: menyarankan bagaimana seharusnya seseorang bertindak di masa lalu,
Example : Your score is bad. You should have studied hard before exam.
2)    Must have + V3 : menunjukkan tingkat kepastian/keyakinan akan suatu kejadian di masa lalu.
Example : He didn’t come to class yesterday. He must have been sick.
Etc
h.      Penggunaan other, the other, another, others, etc.
Another + singular noun, other + plural noun. Penggunaan article ‘the’ sesuai konteks penggunaan article.
i.         Penggunaan reduced adjective clause, jeli terhadap manakah yang merupakan kata kerja sebenarnya dalam kalimat.
Example :
1)      The man standing in front of the door is my uncle. (kalimat awal : the man who is standing/stands in front of the door is my uncle. Kata kerja kalimat tersebut adalah to be is, bukan standing)
2)      The people ... to the benefit of mankind will be awarded with Nobel Prize
a.       contribute                            c. contributed                   
b.      contributing                         d. to contribute
Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
Tips :
Curigalah dengan bentuk kata kerja setelah subjek. Dalam soal di atas, cukup membaca subjek, opsi jawaban sekilas (untuk meraba bentuknya, dalam hal ini kata kerja semua) dan will be. Tentukan mana subjek dan kata kerja kalimat. Kata kerja dalam kalimat adalah will (be) sehingga bentuk contribute harus dalam bentuk v-ing (aktif, bertindak sebagai kata sifat menerangkan the people)
j.        Penggunaan who, whom, that, which, whose
Tips :
1)      who menerangkan subjek yang merupakan orang, whom menerangkan objek yang berupa orang
      tips : lihat opsi jawaban (misal who/whom), jika setelah titik-titik adalah kata kerja maka menggunakan who, jika setelah titik-titik adalah orang maka menggunakan whom
2)      that bisa digunakan untuk menerangkan subjek orang atau benda
3)      who selalu diikuti oleh Verb
4)      whom selalu diikuti oleh orang
5)      whose diikuti oleh benda
k.    Subject verb agreement
     Intinya subjek dan kata kerja pola harus sama, dalam arti misal subjek berbentuk they, kata kerja haruslah dalam bentuk yang menunjukkan pronoun tersebut. Jenis subject verb agreement ini banyak (terlalu panjang jika ditulis di mari semua), silahkan dicari sendiri yak ^^
Contohnya :

     1) Everyone is happy now (everyone sebagai subject, to be is merujuk kesesuaian dengan    everyone)
     2) Neither the student nor the teacher comes. (comes merujuk pada subjek yang paling dekat dengannya/the teacher)
l.      Penggunaan adjective dan adverb
Adjective >> menerangkan noun
Adverb >> menerangkan verb atau adjective, jika menerangkan kata kerja letaknya setelah kata kerja, contoh : she danced Kecak beautifully, tetapi jika menerangkan kata kerja pasif, adverb (of manner) berada di antara to be dan kata kerja pasif, contoh : Kecak is beautifully danced (by her) >> biasanya pengecoh pada error recognition
m.    Penggunaan preposisi yang tepat, kalau ini memang harus tahu makna
n.      Penggunaan appositive >> menerangkan orang di depannya, kedudukan setara dengan yang diterangkan
Example : ...., Winston Churchill was regarded as the greatest leader of the 20th century.
a.       He is a british former prime minister
b.      That Britih former prime minister
c.       It was a British former prime minister
d.      A British former prime minister
Jawaban : Identifikasi kalimat apakah sudah sempurna unsurnya (minimal ada subjek dan kata kerja). Jika sudah berarti titik-titik di awal kalimat subjek yang sudah diterangkan noun sesudahnya (Winston Churcill sebagai appositive) sehingga jawaban yang tepat adalah (d) A British former prime minister).
o.      Penggunaan neither.. nor;  either.. or; not only.. but also;  so... that; both... and
p.    Subjunctive
       Digunakan untuk menunjukkan urgency/importance. Terdapat expressions atau verba yang diikuti dengan subjunctive. Contoh : It is important that...., it was important that...., it is essential that.. it was essential that...
      to advise (that)
      to ask (that)
      to command (that)
      to demand (that)
      Example :
      It is crucial that you be on time for the meeting
      It is important that she work harder
      I requested Fifi join our trip
      Lala insisted that Dita not be at the meeting
      Tips : perhatikan bahwa kata kerjan dalam subjunctive selalu dalam bentuk kata kerja dasar, apapun bentuk tense dan subjeknya (apakah orang pertama/kedua/ketiga).       
q.      Penggunaan conjuctor (kata hubung) yang tepat
Misal : but, although, because etc.
Tips : because diikuti oleh kalimat, because of  diikuti oleh noun/noun clause 
Etc 

4.    Dalam structure and written expression, jangan jiper dengan panjangnya kalimat. Cukup identifikasi subjek, kata kerja dan objek. Selebihnya hanyalah keterangan menerangkan. Tidak perlu membaca keseluruhan soal.

5.    Untuk mengerjakan error recognition, menurut saya lebih mudah daripada mengerjakan structure and written expression karena mencari-cari mana yang salah lebih mudah dari mencari mana yang benar bukan, kita tak perlu tahu apa jawaban benar walau tahu itu salah hehe. Tips pertama dalam mengerjakan error recognition adalah baca sekilas opsi jawaban, lihat kata sebelum dan sesudah opsi jawaban. Terkadang kita bisa langsung tahu jawaban. Selanjutnya pegang apa yang tidak digarisbawahi sebagai pedoman.
Example :
1)      At 1845, James Pork invoked the doctrine against British threats in California and Oregon
A                                   B                                  C                    D
Waktu mengerjakan : tiga detik
Tips : Membaca opsi jawaban A dan kata sesudahnya, A pastilah opsi jawaban yang salah karena tahun menggunakan preposisi in, jadi ya langsung lingkari A saja tak perlu membaca yang lain-lain :D
2) Some puppetry is very simple in technique, while some is remarkable complicated
                    A                                      B              C                           D
Tips : Cukup membaca sekilas, jawaban d jelas salah karena complicated merupakan adjective yang diterangkan oleh adverb bukan oleh adjective (adjective tidak menerangkan adjective) sehingga seharusnya remarkably

6.    Jebakan yang biasa ada pada error recognition :
a.       Parallelism
Example :
1)      Wolves are known for their keen intelligent, skilled hunting dan highly organized social structure
Tips : Dalam kalimat, diperlukan kata benda yang paralel, social structure (tidak digarisbawah) adalah noun, hunting sudah tepat, nah intelligent pasti opsi jawaban yang salah karena bukan bentuk kata benda (akhiran –ent menunjukkan kata sifat) sehingga jawaban yang tepat adalah intelligence (-ence menunjukkan kata benda). Atau sebenarnya membaca opsi jawaban intelligent sudah pasti itu opsi yang salah karena keen adalah kata sifat yang pasti mendahului bentuk kata benda.
2)      The factory workers were ready, able and quite determine to do a great job
Tips : dalam kalimat dibutuhkan bentuk paralel dari kata sifat. Determine merupakan kata kerja, kata sifatnya seharusnya determined.
b.      Penggunaan if clause
Example : Were an artist to retain copyright, the collector would have violated the artist’s rights by making his copies.
Tips : bentuk asli kalimat were an artist adalah dari if an artist were (conditional tense type 2), langsung ingat polanya if + (past sentence), s+would+Vo, jadi opsi jawaban yang salah adalah would have violated seharusnya would violate.
c.       Subject Verb Agreement
Example : Last night, the neighborhood was surprised by the attack of armed gunman while they were sleeping.
Tips : perhatikan kata they tidak digarisbawahi, artinya subjek dalam bentuk jamak. Was surprised merupakan opsi jawaban yang salah karena menunjukkan kata kerja untuk orang tunggal.
d.      Penggunaan bentuk verb/adjective
Example : Throughout history, people have considered bats to be dangerous and frighten creatures of the night.
Tips : frighten seharusnya bukan dalam bentuk kata kerja tetapi kata sifat menerangkan bats sehingga jawaban yang tepat adalah frightening.
Etc

7.    Untuk soal bacaan (reading comprehension), sebisa mungkin tak perlu membaca keseluruhan bacaan. Akan menghabiskan waktu. Tembak langsung soal :
1)      Dari opsi pilihan a, b, c, d langsung cari jawaban di bacaan. Misal pertanyaan akan seputar “pernyataan yang sesuai dengan bacaan, pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan, yang dimaksud X pada baris ke Y”. Lihat soal, langsung cari jawaban di bacaan.
2)      Jika perlu, baca sekilas bacaan temukan kalimat utama di tiap paragraf (ingat kalimat utama saja). Saat pelatihan speed reading diajarkan bahwa teknik speed reading salah satunya dengan :
“Letakkan telunjuk di tengah-tengah paragraf. Lalu biarkan bola mata Anda menemukan inti kalimat dari suatu paragraf. Dengan meletakkan telunjuk di tengah paragraf, jangkauan pandang mata akan lebih luas sehingga lebih cepat memahami bacaan”. Try this.
3)      Lewati pertanyaan “what is the best title for the passage?” akan menghabiskan banyak waktu. Lebih baik kerjakan beberapa soal lain daripada membaca seluruh bacaan. Kecuali waktu sudah longgar :D

8.    Tips mengingat tata Bahasa Inggris : kebetulan saya tak suka menghafal rumus, cepat lupa selain itu membosankan. Jadi saya pasti membuat contoh kalimat yang menarik/menggambarkan saya banget sesuai dengan pelajaran bahasa Inggris saat itu. Sampai sekarang insya Allah, contoh kalimat yang dibuat dari SMP/SMA masih teringat terus :D

Sekian tips mengerjakan tes Bahasa Inggris. Sedikit banyak semoga bermanfaat. Silahkan jika ada yang ingin menambahi atau mengoreksi di kolom komentar ya :D 

**

Silakan juga jika ingin membaca tips belajar bahasa asing secara cepat