Menikah Tanpa Cinta, Mengapa Tidak?

“Masak sih nikah sama orang yang nggak dikenal. Nanti kalau orangnya nggak bener gimana?” “Nggak masuk akal ah,”

Begitu awalnya saya berpikir tentang ta’aruf. Saya dan suami sebelumnya sama-sama berpikir bahwa kami akan menikah dengan orang yang sudah kenal setidaknya minimal dalam waktu satu tahun. Namun, pada akhirnya, tepat satu tahun lalu kami duduk di sebuah kafe didampingi dengan tiga orang perantara. Berbincang sekitar empat jam lamanya setelah sebelumnya kami saling bertukar CV. Saya mencecar laki-laki yang seumur-umur baru sekali saya temui itu (boro-boro bertemu, mendengar namanya sebelumnya saja tak pernah) dengan tiga puluh pertanyaan yang saya persiapkan dalam satu lembar kertas.

QRIS : Pembayaran Digital Unggul Ala Milenial

Dunia dalam genggaman. Begitulah istilah yang kiranya menggambarkan kondisi sekarang. Internet memegang peran penting dalam mendorong perubahan gaya hidup kekinian, termasuk urusan pembayaran. Pembayaran digital semakin mengikis pembayaran konvensional. Salah satu kemudahan zaman adalah QR code yang membuat kita tak perlu menginput berbagai informasi, cukup pindai kode yang ada dan informasi langsung tersedia. Pentingnya peran QR code membuat Bank Indonesia merancang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang akan membuatnya semakin berdaya. Seperti apa? Bagaimana QRIS bisa memberikan nilai tambah atas pembayaran? Bagaimana QRIS semakin menguntungkan untuk para milenial?

Yuk, Pelajari Bahasa Cinta Agar Hubungan dengan Pasangan Makin Bahagia



“Aduh aku kayaknya udah ngelakuin apapun buat istriku, tapi kok dia ngasih pujian aja engga pernah,” 
“Suamiku nggak pernah tahu apa yang aku mau, aku maunya dia ngerti walau aku nggak bilang apa-apa,”

Pernahkah merasa hal-hal seperti di atas? Bisa jadi terdapat gap komunikasi emosional di antara kita dengan pasangan. Cara seseorang mengekspresikan perasaan cintanya berbeda sehingga penting untuk mengetahui bahasa cinta kita dan juga pasangan.

Lima Keunggulan Pembayaran Zakat Secara Digital

Siapa yang bisa ketinggalan dompet tapi tak bisa ketinggalan ponsel pintar? Di zaman digital, semua kemudahan ada dalam genggaman. Misalnya dalam sebulan, kita menerima transferan gaji, membayar berbagai tagihan, menggunakan jasa transportasi daring dari rumah ke kantor, membeli makanan melalui jasa layanan antar, memesan tiket bioskop melalui aplikasi, berinvestasi digital, hingga melakukan pembayaran zakat/sedekah secara digital. Semua pembayaran tak perlu dilakukan dalam bentuk uang secara fisik : cukup melalui sms banking, mobile banking, internet banking, atau berbagai dompet digital seperti Gopay, Ovo, LinkAja hingga aplikasi perbankan digital seperti Jenius atau Digibank. Pendek kata, pembayaran digital memudahkan kehidupan. Setuju, kan?

Ingin Liburan Makin Seru dan Ceria? Ayo Coba Traveloka Xperience Saja

Akhir pekan adalah dua hari yang membahagiakan. Setuju, kan? Terlebih untuk pegawai kantoran seperti saya yang selama lima hari berjibaku dengan setumpuk pekerjaan. Biasanya saya dan suami membagi menjadi satu hari untuk beres-beres rumah dan istirahat serta satu hari untuk liburan. Untuk liburan ‘besar’, kami mengagendakan dua kali dalam satu tahun, maklum membutuhkan cuti dan alokasi anggaran. Namun, setiap pekannya, harus ada agenda untuk menyegarkan pikiran. Tak perlu jauh-jauh, dalam kota Jakarta pun sudah ada banyak hiburan.

Bagaimana Cara Agar Menjadi Orang yang Penuh Hoki?




Apakah Anda percaya bahwa manusia membuat nasib baik dan buruknya sendiri? Atau apakah Anda percaya bahwa ada manusia yang memiliki keberuntungan bagus (good fortune) sementara ada yang seringkali memiliki nasib sial?

Saya memiliki seorang teman, orang-orang memanggilnya ‘si bos’ lantaran ia terkenal memiliki tingkat hoki yang tinggi. Ia menyaksikan Piala Dunia 2014 di Brazil, menonton konser Rihanna di Paris, dan menjelajah berbagai negara di dunia secara cuma-cuma. Belum lagi, berbagai hadiah seperti laptop dan ponsel pintar spek tertinggi yang berhasil ia dapatkan. Semua ia peroleh dari memenangkan kuis demi kuis yang diselenggarakan di media sosial. Contoh dari betapa beruntung ia adalah ia mendapatkan ponsel terbaru hanya dengan meninggalkan komentar di sebuah foto produk tertentu, menjadi satu yang terpilih dari sepuluh ribu komentar yang ada pada kolom komentar produk tersebut.

Bagaimana ia bisa selalu hoki? Saya menanyakan apa amalan rahasianya. Dia tertawa.

7 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan untuk Turut Menjaga Lingkungan




Tahukah kamu bahwa Indonesia merupakan negara produsen sampah plastik terbesar kedua sedunia? Tahukah kamu bahwa Indonesia merupakan negara produsen sampah makanan terbesar kedua sedunia?

Sampah merupakan salah satu permasalahan besar yang dihadapi dunia dewasa ini. Dampak negatif sampah bisa menyebar begitu luas, misalnya lingkungan yang tercemar, sanitasi yang buruk, terganggunya ekosistem laut, dan lain sebagainya. Komposisi sampah di Indonesia terdiri dari sampah organik sebesar 50%, sampah plastik sebesar Mirisnya, sebagaimana dikutip dari Kompas, dari seluruh timbulan sampah plastik tersebut, hanya sekitar 10-15 persen yang akhirnya didaur ulang. Sementara sejumlah 60-70 persen ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 15 persen-30 persen sisanya belum terkelola. Sampah plastik yang belum terkelola sebagian besar berakhir di lautan yakni sejumlah 8,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya.