Monilando's

Life. Books. Traveling. Socmed

Monday, September 30, 2019

Bagaimana Cara Agar Menjadi Orang yang Penuh Hoki?


Apakah Anda percaya bahwa manusia membuat nasib baik dan buruknya sendiri? Atau apakah Anda percaya bahwa ada manusia yang memiliki keberuntungan bagus (good fortune) sementara ada yang seringkali memiliki nasib sial?
Saya memiliki seorang teman, orang-orang memanggilnya ‘si bos’ lantaran ia terkenal memiliki tingkat hoki yang tinggi. Ia menyaksikan Piala Dunia 2014 di Brazil, menonton konser Rihanna di Paris, dan menjelajah berbagai negara di dunia secara cuma-cuma. Belum lagi, berbagai hadiah seperti laptop dan ponsel pintar spek tertinggi yang berhasil ia dapatkan. Semua ia peroleh dari memenangkan kuis demi kuis yang diselenggarakan di media sosial. Contoh dari betapa beruntung ia adalah ia mendapatkan ponsel terbaru hanya dengan meninggalkan komentar di sebuah foto produk tertentu, menjadi satu yang terpilih dari sepuluh ribu komentar yang ada pada kolom komentar produk tersebut.

Bagaimana ia bisa selalu hoki? Saya menanyakan apa amalan rahasianya. Dia tertawa.

Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa keberuntungan terkait dengan hal-hal di luar kuasa manusia atau ada orang-orang yang dilahirkan untuk menjadi ‘beruntung’. Namun, sebuah riset ilmiah berjudul "The Luck Factor" yang dilakukan oleh Richard J. Wiseman, seorang profesor di bidang psikologi pada Universitas Hertfordshire, selama sepuluh tahun menunjukkan bahwa orang menciptakan keberuntungan atau ketidakberuntungannya sendiri. Kabar menggembirakannya adalah manusia bisa meningkatkan tingkat kehokian dalam hidupnya.

Bagaimana?

Lebih lanjut lagi, riset yang dilakukan oleh Profesor Wiseman menunjukkan bahwa orang-orang yang beruntung menghasilkan keberuntungan mereka sendiri melalui empat prinsip dasar.

Pertama, orang-orang yang beruntung cenderung pandai menyadari adanya kesempatan dan mampu memaksimalkannya. Orang yang beruntung cenderung lebih relaks dalam menjalani hidup dan terbuka terhadap pengalaman baru.

Kedua, orang-orang yang beruntung menciptakan keputusan yang mendatangkan keberuntungan dengan mendengarkan intuisi mereka. Mereka mengikuti firasat mereka dan melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan kemampuan intuisi, seperti refleksi diri dan meditasi.