Featured Slider

Serba-Serbi Ta’aruf Islami

Apaan sih ta’aruf. Aneh banget masak nikah sama orang yang nggak kenal,


Begitu kesan pertamaku ketika mendengar tentang ta’aruf untuk pertama kali. Rasanya tak mungkin aku menikah dengan laki-laki yang tak ku kenali. Namun, kemudian, mungkin itulah yang dinamakan termakan omongan sendiri

Seorang teman lama yang hanya kontak sesekali tiba-tiba menghubungi. Bertanya padaku apakah aku masih sendiri atau sudah ada yang mengikat hati. Ia hendak memperkenalkan teman kantornya yang sedang mencari seorang istri.

Seumur-umur aku tak pernah mau. Dikenalkan dengan laki-laki yang tak pernah aku tahu. Namun kala itu hatiku mantap melangkah tanpa ragu.

Ya, jalannya jodoh siapa yang tahu. Barangkali ta’aruf adalah cara Allah mempertemukanmu dengan ia yang ditunggu-tunggu.

ta'aruf islami


Pengertian Ta’aruf

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan ta’aruf? Bagaimana ta'aruf islami itu? Yuk, kita obrolin secara umum di postingan ini, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan gambaran yang komprehensif tentang ta’aruf.

9 Tips Produktif Saat WFH yang Penuh Distraksi

tips produktif kerja saat WFH

Rumah mendadak menjelma kantor, rumah mendadak menjelma sekolah. Pandemi membuat banyak hal berubah.

Pandemi memicu pergeseran tatanan kehidupan. Belajar dan bekerja dapat dilakukan dari rumah selagi internet dalam genggaman. Tak perlu berjam-jam menempuh perjalanan atau menembus kemacetan. Rapat dapat dilakukan secara virtual dan pekerjaan kantor tetap dapat diselesaikan tanpa perlu meninggalkan rumah yang nyaman. Sepertinya, menyenangkan bukan?

Namun, tunggu dulu. Bekerja dari rumah artinya memungkinkan lebih banyak distraksi. Anak mungkin saja perlu didampingi. Pekerjaan rumah seolah tiada henti. Tak ada yang menegur bila kita menonton film kesukaan atau bermalas-malasan. Seseorang juga cenderung akan melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu (multitasking) bila berada di rumah karena tak dapat dipungkiri bahwa bekerja dari rumah memiliki berbagai tantangan tersendiri.

Sebuah riset yang dilakukan oleh University of Southern California menunjukkan bahwa melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu (multitasking) justru mengarah pada penurunan produktivitas karena otak akan memerlukan waktu ekstra untuk beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

Lalu, bagaimana caranya agar produktivitas tetap terjaga ketika di rumah saja?

Cal Newport seorang profesor pada Georgetown University mempopulerkan istilah “deep work” pada buku yang ia tulis pada tahun 2016. Istilah “deep work” merujuk pada aktivitas profesional yang dihasilkan sebagai buah dari konsentrasi tanpa distraksi yang menekan batas kemampuan kognitif seseorang.

Profesor Newport membagi pekerjaan menjadi “deep work” dan “shallow work” yang menunjukkan proses bekerja. Perbedaan mendasar di antara keduanya yakni “shallow work” dapat dilakukan ketika seseorang terdistraksi dan mudah untuk direplikasi sementara “deep work” menunjukkan kondisi sebaliknya. Istilah “deep work” menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut diniatkan dan diinginkan, bukan sekadar asal terselesaikan.

Tips Bekerja dari Rumah Secara Produktif

Nah, bagaimana menghasilkan cara menghasilkan “deep work”? Saya melihat setidaknya ada sembilan cara yang dapat dilakukan.

Pertama, pahami cara kerja yang paling cocok untuk kita dan susun strategi. Masing-masing orang memiliki strategi yang berbeda untuk meraih produktivitas. Berdasarkan Newport, terdapat empat filosofi “deep work”. Dalam pendekatan monastik, hampir seluruh waktu kita didedikasikan untuk menghasilkan “deep work”. Kita menyingkirkan semua distraksi dan mengasingkan diri demi fokus bekerja. Pendekatan kedua adalah pendekatan bimodal. Dengan pendekatan ini, kita menetapkan sejumlah waktu tertentu untuk mengasingkan diri bekerja dan sisanya adalah waktu bebas. Biasanya, pendekatan bimodal dilakukan dalam basis harian tertentu, beberapa hari untuk bekerja dan beberapa hari untuk waktu bebas.

Cara Memasak Nasi dengan Kompor Gas

cara memasak nasi mudah

Cara memasak nasi dengan kompor gas mudah dilakukan. Di zaman serba elektronik seperti sekarang, memasak nasi seringkali dilakukan dengan rice cooker. Tinggal colokkan rice cooker ke stop kontak dan ceklek. Namun, bagaimana jika listrik mati dan sudah keburu lapar? Nah, tak ada salahnya jika kita mengetahui cara memasaknasi dengan kompor gas, apalagi cara ini simpel dan juga mudah dilakukan.

Memasak nasi dengan kompor gas dapat dilakukan dengan cara mengukus menggunakan dandang. Bagi yang belum tahu, mengukus adalah cara mengolah bahan pangan melalui pemanasan menggunakan uap air mendidih dalam wadah tertutup. Cara ini diajarkan oleh Mama. Hingga sekarang di rumah, Mama masih memasak nasi dengan dikukus meskipun sudah ada rice cooker.

Alat yang dibutuhkan adalah dandang sebagai alat pengukus dan rantang stainless steel untuk tempat beras/nasi. Selain rantang bisa juga menggunakan wadah lain berbahan stainless steel atau kayu, tentu asal masuk ke dalam dandang tersebut ya.

Bagaimana langkah-langkahnya?

Pertama, cuci beras hingga bersih alias tidak keruh. Saya biasanya mencuci beras sebanyak maksimal tiga kali agar vitamin dalam beras tidak hilang.

Kedua, masukkan beras yang telah dicuci bersih dalam rantang. Maksimal hingga setengah rantang saja karena beras akan mengembang.

Dilarang Sombong di Madinah

Kamu harus menjaga kata-kata di kota suci Mekah dan Madinah, begitu pesan teman-teman yang sudah umroh sebelumnya ketika saya meminta nasihat sebelum menjejakkan kaki di Saudi. Hari menunjukkan pukul 10 malam waktu Madinah ketika kami sampai di hotel Grand Oasis.

“Besok Subuh langsung di Masjid Nabawi ya. Lurus mentok, belok kanan mentok sudah masjid,” begitu kira-kira pesan Ustadz Bakir, muthowif (pembimbing) kami. “Besok langsung aja ya berangkat sendiri-sendiri,”

Ah, gampang lah, pikirku. Lurus mentok, belok kanan mentok. Paket internet ada, tinggal buka Google Maps kalau bingung. Kalaupun nyasar, kemampuanku berbicara dalam Bahasa Inggris bisa diandalkan, Bahasa Arab bisa juga sedikit-sedikit. 

Sungguh saya merasa percaya diri pada saat itu. 


***


Waktu Subuh di kota Madinah sekitar pukul 5.45. Saya bersama dengan adik Muthia, dan Papa menuju Masjid Nabawi sekitar pukul 5.15. Shaf perempuan sudah penuh. Alhamdulillah, saya dan Muthia masih kebagian shaf paling belakang yang masih berada di dalam masjid. Sebisa mungkin kami tak sholat di halaman masjid. 

Kami berdua  janjian bertemu Papa di depan Gate 15 sebelum kembali ke hotel. Pukul 07.30 kami harus sudah siap di lobi hotel karena rombongan jama’ah akan bersama-sama menuju Raudhah. Kami meninggalkan Masjid Nabawi ketika langit masih gelap, matahari belum terbit. 

Tiba-tiba Muthia nyeletuk,”Wah, pengen deh liat sunrise, Mbak. Bagus pasti ya,” 

Saya mengangguk. Siluet Masjid Nabawi dalam balutan sinar matahari pagi pasti indah.

Sekian menit kami bertiga berjalan, kami mendadak bingung. “Eh tadi darimana kita ya? Ini kita belok kiri, kanan, apa lurus?”

Refuse-Derived Fuel, Harapan Energi Terbarukan Masa Depan

Persoalan sampah kian hari semakin membuat resah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa di Indonesia pada tahun 2020 terdapat 67,8 juta ton timbunan sampah. Jumlah sampah tersebut masih akan terus bertambah.

Secara garis besar, sampah terbagi menjadi dua : organik dan anorganik. Sisa makanan merupakan sampah organik terbesar. Adapun sampah anorganik terbanyak berasal dari plastik.

Permasalahan sampah makanan di Indonesia mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit pada tahun 2016, setiap tahunnya setiap orang di Indonesia membuang 300 kilogram makanan. Indonesia merupakan negara penyumbang sampah makanan nomor dua dari seluruh negara di dunia.

Urusan sampah plastik tak kalah mengusik. Greenpeace Indonesia menyebutkan bahwa setiap tahunnya Indonesia memproduksi 64 juta ton sampah yang mana sebanyak 16 persen dari jumlah tersebut merupakan sampah plastik. Indonesia menempati urutan kedua di dunia sebagai negara penyumbang sampah plastik ke lautan.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal Science pada Juli 2020 lalu disebutkan bahwa pada tahun 2040 diperkirakan sejumlah 710 juta ton sampah plastic akan mencemari lingkungan. Jika tak ada upaya luar biasa maka diprediksikan pada tahun 2050 polusi menjadi dua kali lipat sebagai dampak dari sampah plastik yang tak tertangani secara tepat.

Jika tidak dipikirkan dengan matang, urusan sampah akan mengancam masa depan. Sampah tak hanya mencemari daratan, tetapi juga bermuara ke lautan. Permasalahan sampah tak hanya tentang lingkungan. Sampah yang tak terkelola dengan baik dapat membahayakan kesehatan. Tak kalah penting, terdapat pula permasalahan ekonomi dan yang ditimbulkan.

Oleh karena itu, persoalan sampah harus diatasi dengan sebuah terobosan. Perlu cara yang tak biasa agar urusan sampah tak menjadi polemik berkepanjangan.

Peluang Bisnis Minim Modal : Penyelenggara Kelas Daring

peluang bisnis hemat



Peluang Bisnis Minim Modal - Pandemi memunculkan kebiasaan baru yang menggeser kebiasaan lama. Belajar dan bekerja dapat dilakukan di rumah saja. Pertemuan tak lagi dilakukan secara tatap muka. Semua orang seolah mendadak akrab dengan Zoom, sebuah aplikasi konferensi video yang ketiban pulung lantaran wabah Corona. Pendapatan Zoom melesat hingga lebih dari dua kali lipat pada kuartal pertama tahun 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam satu hari, Zoom mencetak rekor unduhan hingga lebih dari dua juta.

Pergeseran sosial di masyarakat ini memunculkan peluang. Berbagai penyedia kelas daring bermunculan bak cendawan di musim hujan. Sebut saja Skill Academy oleh Ruang Guru. Meski sudah diluncurkan pada bulan September 2019, Skill Academy menemukan momentum emasnya ketika pandemi. Tanggal 23 Maret 2020, Skill Academy dengan jeli memberikan promo untuk mengikuti kelas gratis selama dua pekan. Tentu tak luput juga kelas pra kerja yang memunculkan penyedia jasa kelas daring yang baru terdengar namanya.

Perkenalan pertama saya dengan aplikasi Zoom pada bulan September 2019, jauh sebelum pandemi. Waktu itu, saya mengikuti sebuah lokakarya gentle birth secara daring dan luring untuk menyambut kedatangan buah hati. Dari Klaten, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, sang bidan memberikan pelatihan kepada puluhan ibu hamil agar bisa melahirkan dengan aman dan nyaman melalui aplikasi Zoom. Wah asyik juga ya aplikasi Zoom ini, begitu pikir saya saat pertama menggunakannya.

Belajar secara daring memiliki berbagai keunggulan. Yang pertama, tak perlu menguras energi dan waktu untuk perjalanan menembus kemacetan. Tak perlu juga mengeluarkan biaya transportasi. Bagi ibu-ibu, kelas daring artinya kelas yang bisa dilakukan sembari mengasuh anak. Suatu tugas mulia yang kerap kali menjadi tantangan untuk belajar.

Pembelajaran daring bisa dilakukan melalui berbagai platform. Bisa melalui situs penyedia berbagai kelas daring seperti Skill Academy yang menyediakan video pembelajaran atau Zoom untuk pembelajaran yang bersifat satu kali pertemuan. Bisa juga melalui grup Whatsapp atau telegram dengan pembelajaran melalui video, pesan suara, hingga bahan tayang.

Sebagai seseorang yang sangat sering mengikuti seminar dan kelas baik secara daring dan luring, saya bisa mengatakan bahwa bisnis penyedia layanan belajar ini sangat menggiurkan, terutama kelas daring. Pada bulan Mei 2019 saya mengikuti sebuah kelas pemberdayaan diri melalui grup Whatsapp. Kelas saya berisi hampir dua ratus orang, ada 16 kelas untuk satu angkatan, per orang membayar 250 ribu rupiah. Mari berhitung. Dengan asumsi satu kelas 150 orang, 16 kelas, 250 ribu per peserta maka penyedia jasa mendapatkan penghasilan sebesar 600 juta rupiah. Angka yang sangat fantastis, bukan?

Resep Masakan Praktis dan Enak : Sliced Beef Ala Yoshinoya


Resep Sliced Beef Ala Yoshinoya - Ingin masak enak tapi malas rempong? Tenang, kali ini saya mau bagi resep masakan andalan sebagai seorang ibu bekerja. Resep kali ini sangat simpel tapi tentu saja enak dan bergizi. Yap, resep sliced beef ala Yoshinoya.

Hanya dengan lima langkah mudah, masakan lezat sudah terhidang di meja.

Bahan Masakan :

  • Sliced beef 500 gram (biasanya saya beli online di Tokopedia/Shopee). Bisa untuk dua orang, dua kali makan atau untuk dua orang satu kali makan jika ingin porsi daging lebih banyak. 
  • Kikkoman soy sauce/teriyaki (sesuai selera). Sudah ada halal MUI
  • Bawang bombay 1 buah, iris tipis-tipis
  • Sayuran (wortel, iris tipis/jagung manis pipil)
  • Paprika (opsional)
  • Gula secukupnya