Featured Slider

Dear Perempuan Lajang, Jangan Mau Menurunkan Standar

perempuan single

 

“Mon, kriteriamu gimana?” tanya seorang rekan kantor. Waktu itu saya masih single di usia 28 tahun. Teman-teman seumuran rata-rata sudah berkeluarga.

“Ya minimal sesama pegawai Kemenkeu lah,”

“Wah, matre juga kamu. Nggak mau hidup susah,”

Eh? Saya tak menyangka akan mendapatkan komentar demikian. Apa salahnya? Toh pegawai di tempat bekerja ada 80 ribu orang, lebih dari setengahnya lelaki. Saya tak mengkhayal terlalu tinggi.

Kalau saya bilang ingin menikah dengan pangeran tampan dari kerajaan, bolehlah saya disadarkan dari angan.


Setiap orang memiliki preferensi jodoh tersendiri. Ada yang ingin memiliki pasangan dengan tingkat pemahaman agama tinggi atau rupa yang menawan hati. Sementara saya menginginkan pasangan yang setara : pemahaman agama, latar belakang keluarga, pendidikan, dan pekerjaan.


Teman yang lain pernah berkata, “Udah Mon, terima saja siapa saja yang datang. Usiamu sudah berapa, kamu mau punya anak umur berapa,”

“Udah Mon, terima saja yang datang. Stok ikhwan sholeh menipis, apalagi yang seusia kita,”

Namun namanya rasa, tak bisa dipaksa. Katanya, jangan pilih-pilih, kamu semakin tua. Tapi masak iya? Menikah dengan siapa saja?


**

Tanya Veronika Asisten Virtual, Inovasi Digital Telkomsel yang Andal

Tanya Veronika Asisten Virtual yang Andal – “Duh, lagi asik-asik nonton drakor, kuota abis, mana malam-malam begini. Perasaan kuota masih banyak? Cek kuota dulu ah,” “Eh, ada promo seru apa ya terkait Telkomsel?” “Wah, pengen ganti kartu SIM Telkomsel jadi 4G nih, harus datang ke Grapari nggak ya?”

Zaman berkembang pesat, pelayanan perusahaan dituntut untuk semakin cepat. Pelanggan ingin segera terlayani, kalau bisa 24 jam sehari.

Memang bisa? Bukannya customer sevice ada jam kerjanya?

Tenang, pelanggan Telkomsel boleh berlega hati. Layanan pelanggan dapat digunakan sepanjang hari. Tak perlu berlama-lama menunggu respon pada jam kerja. Pertanyaan seputar kebutuhan produk dan layanan Telkomsel kini semakin mudah dan cepat terjawab dengan adanya Veronika.

Oh, oh siapa dia?

layanan customer service digital Telkomsel
Sumber gambar : Facebook Page Telkomsel

Veronika, Grapari Virtual dalam Genggaman

Pada awalnya, Telkomsel menghadirkan fitur Veronica (singkatan dari Voice Response and Info Care), sebuah fitur yang bekerja layaknya mesin penjawab pribadi. Apabila kita menelpon nomor Telkomsel yang tak bisa dihubungi lantaran ponsel mati atau di luar jangkauan maka akan ada suara perempuan bernama Veronica yang menjawab. Setelah masuk ke dalam salam yang diberikan oleh Veronica, penelpon dapat meninggalkan pesan yang kemudian akan dibaca oleh penerima telpon ketika ponsel sudah menyala atau mendapatkan sinyal. Veronica ada ketika layanan telpon dan SMS masih dominan.

Seiring perkembangan zaman, komunikasi lebih banyak dilakukan melalui aplikasi pesan instan. Veronica pun tak mau ketinggalan. Ia bertransformasi dari sebuah mesin penjawab menjadi asisten virtual. Veronica pun berubah menjadi Veronika.

Veronika sang asisten digital diluncurkan pada tanggal 24 Agustus 2017. Veronika Telkomsel adalah layanan digital berbasis chat untuk memudahkan pelanggan memperoleh berbagai layanan. Pelanggan Telkomsel dapat menyampaikan permintaan atau pengaduan serta memperoleh informasi seputar layanan cukup melalui chat dengan Veronika saja.

Serba-Serbi Ta’aruf Islami

Apaan sih ta’aruf. Aneh banget masak nikah sama orang yang nggak kenal,


Begitu kesan pertamaku ketika mendengar tentang ta’aruf untuk pertama kali. Rasanya tak mungkin aku menikah dengan laki-laki yang tak ku kenali. Namun, kemudian, mungkin itulah yang dinamakan termakan omongan sendiri

Seorang teman lama yang hanya kontak sesekali tiba-tiba menghubungi. Bertanya padaku apakah aku masih sendiri atau sudah ada yang mengikat hati. Ia hendak memperkenalkan teman kantornya yang sedang mencari seorang istri.

Seumur-umur aku tak pernah mau. Dikenalkan dengan laki-laki yang tak pernah aku tahu. Namun kala itu hatiku mantap melangkah tanpa ragu.

Ya, jalannya jodoh siapa yang tahu. Barangkali ta’aruf adalah cara Allah mempertemukanmu dengan ia yang ditunggu-tunggu.

ta'aruf islami


Pengertian Ta’aruf

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan ta’aruf? Bagaimana ta'aruf islami itu? Yuk, kita obrolin secara umum di postingan ini, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan gambaran yang komprehensif tentang ta’aruf.

9 Tips Produktif Saat WFH yang Penuh Distraksi

tips produktif kerja saat WFH

Rumah mendadak menjelma kantor, rumah mendadak menjelma sekolah. Pandemi membuat banyak hal berubah.

Pandemi memicu pergeseran tatanan kehidupan. Belajar dan bekerja dapat dilakukan dari rumah selagi internet dalam genggaman. Tak perlu berjam-jam menempuh perjalanan atau menembus kemacetan. Rapat dapat dilakukan secara virtual dan pekerjaan kantor tetap dapat diselesaikan tanpa perlu meninggalkan rumah yang nyaman. Sepertinya, menyenangkan bukan?

Namun, tunggu dulu. Bekerja dari rumah artinya memungkinkan lebih banyak distraksi. Anak mungkin saja perlu didampingi. Pekerjaan rumah seolah tiada henti. Tak ada yang menegur bila kita menonton film kesukaan atau bermalas-malasan. Seseorang juga cenderung akan melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu (multitasking) bila berada di rumah karena tak dapat dipungkiri bahwa bekerja dari rumah memiliki berbagai tantangan tersendiri.

Sebuah riset yang dilakukan oleh University of Southern California menunjukkan bahwa melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu (multitasking) justru mengarah pada penurunan produktivitas karena otak akan memerlukan waktu ekstra untuk beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

Lalu, bagaimana caranya agar produktivitas tetap terjaga ketika di rumah saja?

Cal Newport seorang profesor pada Georgetown University mempopulerkan istilah “deep work” pada buku yang ia tulis pada tahun 2016. Istilah “deep work” merujuk pada aktivitas profesional yang dihasilkan sebagai buah dari konsentrasi tanpa distraksi yang menekan batas kemampuan kognitif seseorang.

Profesor Newport membagi pekerjaan menjadi “deep work” dan “shallow work” yang menunjukkan proses bekerja. Perbedaan mendasar di antara keduanya yakni “shallow work” dapat dilakukan ketika seseorang terdistraksi dan mudah untuk direplikasi sementara “deep work” menunjukkan kondisi sebaliknya. Istilah “deep work” menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut diniatkan dan diinginkan, bukan sekadar asal terselesaikan.

Tips Bekerja dari Rumah Secara Produktif

Nah, bagaimana menghasilkan cara menghasilkan “deep work”? Saya melihat setidaknya ada sembilan cara yang dapat dilakukan.

Pertama, pahami cara kerja yang paling cocok untuk kita dan susun strategi. Masing-masing orang memiliki strategi yang berbeda untuk meraih produktivitas. Berdasarkan Newport, terdapat empat filosofi “deep work”. Dalam pendekatan monastik, hampir seluruh waktu kita didedikasikan untuk menghasilkan “deep work”. Kita menyingkirkan semua distraksi dan mengasingkan diri demi fokus bekerja. Pendekatan kedua adalah pendekatan bimodal. Dengan pendekatan ini, kita menetapkan sejumlah waktu tertentu untuk mengasingkan diri bekerja dan sisanya adalah waktu bebas. Biasanya, pendekatan bimodal dilakukan dalam basis harian tertentu, beberapa hari untuk bekerja dan beberapa hari untuk waktu bebas.

Cara Memasak Nasi dengan Kompor Gas

cara memasak nasi mudah

Cara memasak nasi dengan kompor gas mudah dilakukan. Di zaman serba elektronik seperti sekarang, memasak nasi seringkali dilakukan dengan rice cooker. Tinggal colokkan rice cooker ke stop kontak dan ceklek. Namun, bagaimana jika listrik mati dan sudah keburu lapar? Nah, tak ada salahnya jika kita mengetahui cara memasaknasi dengan kompor gas, apalagi cara ini simpel dan juga mudah dilakukan.

Memasak nasi dengan kompor gas dapat dilakukan dengan cara mengukus menggunakan dandang. Bagi yang belum tahu, mengukus adalah cara mengolah bahan pangan melalui pemanasan menggunakan uap air mendidih dalam wadah tertutup. Cara ini diajarkan oleh Mama. Hingga sekarang di rumah, Mama masih memasak nasi dengan dikukus meskipun sudah ada rice cooker.

Alat yang dibutuhkan adalah dandang sebagai alat pengukus dan rantang stainless steel untuk tempat beras/nasi. Selain rantang bisa juga menggunakan wadah lain berbahan stainless steel atau kayu, tentu asal masuk ke dalam dandang tersebut ya.

Bagaimana langkah-langkahnya?

Pertama, cuci beras hingga bersih alias tidak keruh. Saya biasanya mencuci beras sebanyak maksimal tiga kali agar vitamin dalam beras tidak hilang.

Kedua, masukkan beras yang telah dicuci bersih dalam rantang. Maksimal hingga setengah rantang saja karena beras akan mengembang.

Dilarang Sombong di Madinah

Kamu harus menjaga kata-kata di kota suci Mekah dan Madinah, begitu pesan teman-teman yang sudah umroh sebelumnya ketika saya meminta nasihat sebelum menjejakkan kaki di Saudi. Hari menunjukkan pukul 10 malam waktu Madinah ketika kami sampai di hotel Grand Oasis.

“Besok Subuh langsung di Masjid Nabawi ya. Lurus mentok, belok kanan mentok sudah masjid,” begitu kira-kira pesan Ustadz Bakir, muthowif (pembimbing) kami. “Besok langsung aja ya berangkat sendiri-sendiri,”

Ah, gampang lah, pikirku. Lurus mentok, belok kanan mentok. Paket internet ada, tinggal buka Google Maps kalau bingung. Kalaupun nyasar, kemampuanku berbicara dalam Bahasa Inggris bisa diandalkan, Bahasa Arab bisa juga sedikit-sedikit. 

Sungguh saya merasa percaya diri pada saat itu. 


***


Waktu Subuh di kota Madinah sekitar pukul 5.45. Saya bersama dengan adik Muthia, dan Papa menuju Masjid Nabawi sekitar pukul 5.15. Shaf perempuan sudah penuh. Alhamdulillah, saya dan Muthia masih kebagian shaf paling belakang yang masih berada di dalam masjid. Sebisa mungkin kami tak sholat di halaman masjid. 

Kami berdua  janjian bertemu Papa di depan Gate 15 sebelum kembali ke hotel. Pukul 07.30 kami harus sudah siap di lobi hotel karena rombongan jama’ah akan bersama-sama menuju Raudhah. Kami meninggalkan Masjid Nabawi ketika langit masih gelap, matahari belum terbit. 

Tiba-tiba Muthia nyeletuk,”Wah, pengen deh liat sunrise, Mbak. Bagus pasti ya,” 

Saya mengangguk. Siluet Masjid Nabawi dalam balutan sinar matahari pagi pasti indah.

Sekian menit kami bertiga berjalan, kami mendadak bingung. “Eh tadi darimana kita ya? Ini kita belok kiri, kanan, apa lurus?”

Refuse-Derived Fuel, Harapan Energi Terbarukan Masa Depan

Persoalan sampah kian hari semakin membuat resah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa di Indonesia pada tahun 2020 terdapat 67,8 juta ton timbunan sampah. Jumlah sampah tersebut masih akan terus bertambah.

Secara garis besar, sampah terbagi menjadi dua : organik dan anorganik. Sisa makanan merupakan sampah organik terbesar. Adapun sampah anorganik terbanyak berasal dari plastik.

Permasalahan sampah makanan di Indonesia mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit pada tahun 2016, setiap tahunnya setiap orang di Indonesia membuang 300 kilogram makanan. Indonesia merupakan negara penyumbang sampah makanan nomor dua dari seluruh negara di dunia.

Urusan sampah plastik tak kalah mengusik. Greenpeace Indonesia menyebutkan bahwa setiap tahunnya Indonesia memproduksi 64 juta ton sampah yang mana sebanyak 16 persen dari jumlah tersebut merupakan sampah plastik. Indonesia menempati urutan kedua di dunia sebagai negara penyumbang sampah plastik ke lautan.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal Science pada Juli 2020 lalu disebutkan bahwa pada tahun 2040 diperkirakan sejumlah 710 juta ton sampah plastic akan mencemari lingkungan. Jika tak ada upaya luar biasa maka diprediksikan pada tahun 2050 polusi menjadi dua kali lipat sebagai dampak dari sampah plastik yang tak tertangani secara tepat.

Jika tidak dipikirkan dengan matang, urusan sampah akan mengancam masa depan. Sampah tak hanya mencemari daratan, tetapi juga bermuara ke lautan. Permasalahan sampah tak hanya tentang lingkungan. Sampah yang tak terkelola dengan baik dapat membahayakan kesehatan. Tak kalah penting, terdapat pula permasalahan ekonomi dan yang ditimbulkan.

Oleh karena itu, persoalan sampah harus diatasi dengan sebuah terobosan. Perlu cara yang tak biasa agar urusan sampah tak menjadi polemik berkepanjangan.