Pesan Tiket Pesawat Lebih Mudah dan Murah dengan Pegipegi

Review Pegipegi – Dulu pemesanan tiket pesawat tak semudah sekarang. Kalau tidak melalui agen (ketika belum ada Online Travel Agent/OTA), ya melalui situs maskapai langsung. Pemesanan tiket pesawat sekarang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah melalui aplikasi OTA yang terpasang pada gawai.

Misalnya, ketika saya mencari tiket pesawat untuk pulang ke Semarang pada saat libur Natal. Saya cukup membuka aplikasi Pegipegi untuk mencari tiket pesawat murah. Terdapat berbagai pilihan maskapai, jam keberangkatan, beserta harga yang bisa dipilih sesuai preferensi masing-masing. Saya pun mengurutkan pilihan dari yang termurah. Asyiknya di Pegipegi, tampak potongan harga yang kita peroleh.

Setelah memilih tiket pesawat yang kita kehendaki, selanjutnya kita diminta mengisi data penumpang sesuai dengan identitas resmi sebelum melanjutkan ke pembayaran. Lalu, pilih pembayaran deh dan setelah pembayaran terkonfirmasi, Pegipegi akan mengirimkan bukti transaksi dan tiket elektronik ke alamat e-email yang kita daftarkan. Mudah bukan?

Menikah Tanpa Cinta, Mengapa Tidak?

“Masak sih nikah sama orang yang nggak dikenal. Nanti kalau orangnya nggak bener gimana?” “Nggak masuk akal ah,”

Begitu awalnya saya berpikir tentang ta’aruf. Saya dan suami sebelumnya sama-sama berpikir bahwa kami akan menikah dengan orang yang sudah kenal setidaknya minimal dalam waktu satu tahun. Namun, pada akhirnya, tepat satu tahun lalu kami duduk di sebuah kafe didampingi dengan tiga orang perantara. Berbincang sekitar empat jam lamanya setelah sebelumnya kami saling bertukar CV. Saya mencecar laki-laki yang seumur-umur baru sekali saya temui itu (boro-boro bertemu, mendengar namanya sebelumnya saja tak pernah) dengan tiga puluh pertanyaan yang saya persiapkan dalam satu lembar kertas.

QRIS : Pembayaran Digital Unggul Ala Milenial

Dunia dalam genggaman. Begitulah istilah yang kiranya menggambarkan kondisi sekarang. Internet memegang peran penting dalam mendorong perubahan gaya hidup kekinian, termasuk urusan pembayaran. Pembayaran digital semakin mengikis pembayaran konvensional. Salah satu kemudahan zaman adalah QR code yang membuat kita tak perlu menginput berbagai informasi, cukup pindai kode yang ada dan informasi langsung tersedia. Pentingnya peran QR code membuat Bank Indonesia merancang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang akan membuatnya semakin berdaya. Seperti apa? Bagaimana QRIS bisa memberikan nilai tambah atas pembayaran? Bagaimana QRIS semakin menguntungkan untuk para milenial?

Yuk, Pelajari Bahasa Cinta Agar Hubungan dengan Pasangan Makin Bahagia



“Aduh aku kayaknya udah ngelakuin apapun buat istriku, tapi kok dia ngasih pujian aja engga pernah,” 
“Suamiku nggak pernah tahu apa yang aku mau, aku maunya dia ngerti walau aku nggak bilang apa-apa,”

Pernahkah merasa hal-hal seperti di atas? Bisa jadi terdapat gap komunikasi emosional di antara kita dengan pasangan. Cara seseorang mengekspresikan perasaan cintanya berbeda sehingga penting untuk mengetahui bahasa cinta kita dan juga pasangan.

Lima Keunggulan Pembayaran Zakat Secara Digital

Siapa yang bisa ketinggalan dompet tapi tak bisa ketinggalan ponsel pintar? Di zaman digital, semua kemudahan ada dalam genggaman. Misalnya dalam sebulan, kita menerima transferan gaji, membayar berbagai tagihan, menggunakan jasa transportasi daring dari rumah ke kantor, membeli makanan melalui jasa layanan antar, memesan tiket bioskop melalui aplikasi, berinvestasi digital, hingga melakukan pembayaran zakat/sedekah secara digital. Semua pembayaran tak perlu dilakukan dalam bentuk uang secara fisik : cukup melalui sms banking, mobile banking, internet banking, atau berbagai dompet digital seperti Gopay, Ovo, LinkAja hingga aplikasi perbankan digital seperti Jenius atau Digibank. Pendek kata, pembayaran digital memudahkan kehidupan. Setuju, kan?

Ingin Liburan Makin Seru dan Ceria? Ayo Coba Traveloka Xperience Saja

Akhir pekan adalah dua hari yang membahagiakan. Setuju, kan? Terlebih untuk pegawai kantoran seperti saya yang selama lima hari berjibaku dengan setumpuk pekerjaan. Biasanya saya dan suami membagi menjadi satu hari untuk beres-beres rumah dan istirahat serta satu hari untuk liburan. Untuk liburan ‘besar’, kami mengagendakan dua kali dalam satu tahun, maklum membutuhkan cuti dan alokasi anggaran. Namun, setiap pekannya, harus ada agenda untuk menyegarkan pikiran. Tak perlu jauh-jauh, dalam kota Jakarta pun sudah ada banyak hiburan.

Bagaimana Cara Agar Menjadi Orang yang Penuh Hoki?




Apakah Anda percaya bahwa manusia membuat nasib baik dan buruknya sendiri? Atau apakah Anda percaya bahwa ada manusia yang memiliki keberuntungan bagus (good fortune) sementara ada yang seringkali memiliki nasib sial?

Saya memiliki seorang teman, orang-orang memanggilnya ‘si bos’ lantaran ia terkenal memiliki tingkat hoki yang tinggi. Ia menyaksikan Piala Dunia 2014 di Brazil, menonton konser Rihanna di Paris, dan menjelajah berbagai negara di dunia secara cuma-cuma. Belum lagi, berbagai hadiah seperti laptop dan ponsel pintar spek tertinggi yang berhasil ia dapatkan. Semua ia peroleh dari memenangkan kuis demi kuis yang diselenggarakan di media sosial. Contoh dari betapa beruntung ia adalah ia mendapatkan ponsel terbaru hanya dengan meninggalkan komentar di sebuah foto produk tertentu, menjadi satu yang terpilih dari sepuluh ribu komentar yang ada pada kolom komentar produk tersebut.

Bagaimana ia bisa selalu hoki? Saya menanyakan apa amalan rahasianya. Dia tertawa.

7 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan untuk Turut Menjaga Lingkungan




Tahukah kamu bahwa Indonesia merupakan negara produsen sampah plastik terbesar kedua sedunia? Tahukah kamu bahwa Indonesia merupakan negara produsen sampah makanan terbesar kedua sedunia?

Sampah merupakan salah satu permasalahan besar yang dihadapi dunia dewasa ini. Dampak negatif sampah bisa menyebar begitu luas, misalnya lingkungan yang tercemar, sanitasi yang buruk, terganggunya ekosistem laut, dan lain sebagainya. Komposisi sampah di Indonesia terdiri dari sampah organik sebesar 50%, sampah plastik sebesar Mirisnya, sebagaimana dikutip dari Kompas, dari seluruh timbulan sampah plastik tersebut, hanya sekitar 10-15 persen yang akhirnya didaur ulang. Sementara sejumlah 60-70 persen ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 15 persen-30 persen sisanya belum terkelola. Sampah plastik yang belum terkelola sebagian besar berakhir di lautan yakni sejumlah 8,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya.

Investasi Surat Berharga Negara: Investasi Aman dari Kita untuk Kita

Sebuncah haru menyelimuti dada. Rekening bertambah tujuh digit. Begini rasanya memiliki gaji sendiri setelah dua puluh satu tahun hidup di dunia. “Mama, aku gajian, Ma,” seruku melalui telepon dengan gembira. Sejumlah nominal saya berikan kepada orang tua. Rasanya sungguh bangga, bisa menghasilkan uang dari jerih payah sendiri.
Hari berganti hari, saya pun semakin terbiasa dengan kehidupan ibu kota. Ajakan makan enak di mal, nonton, jalan-jalan, ayo saja. Saya ingin menikmati uang hasil jerih payah sendiri. Namun, sayang sekali, saat itu saya masih belum bijaksana dalam mengelola keuangan. Pundi-pundi rupiah seakan menguap begitu saja. Ketika teman-teman membicarakan tentang rencana masa depan mereka seperti menikah atau membeli rumah, saya seperti tertampar. Tabungan cukup tipis untuk hitungan orang yang sudah dua tahun bekerja. 
Saya tak bisa terus begini..

3 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan KPR Syariah untuk Pembiayaan Rumah




Membeli rumah pada dasarnya bukan merupakan aktivitas yang mudah. Selain mempertimbangkan jenis bangunan, pembiayaan dari harga jual rumah tersebut turut menjadi faktor kerumitan dalam memboyong sebuah rumah. Permasalahan pembiayaan rumah saat ini pada dasarnya telah terjawab dengan keberadaan fitur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang mana para konsumen dapat memiliki rumah dengan skema pembiayaan cicilan per bulan. Dewasa ini, skema pembiayaan KPR di Indonesia dibedakan menjadi dua  yakni KPR konvensional dan KPR Syariah.

Dalam satu dekade terakhir, KPR Syariah mendapatkan tempat sebagai fitur kemudahan dalam pembiayaan rumah-rumah secara jangka panjang. Secara garis besar, popularitasnya dikarenakan skema pembayaran dengan cicilan bernominal tetap. Secara historis, pengaplikasian awal KPR syariah diketahui hanya terbatas pada pembiayaan rumah-rumah di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Misalnya rumah dijual di Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan.

KPR syariah didefinisikan sebagai fasilitas pinjaman rumah yang dikeluarkan disalurkan oleh bank-bank syariah yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keungan dengan prinsip-prinsip yang berbasis syariat Islam. Meskipun saat ini banyak perumahan-perumahan berlabel syariah seperti beberapa proyek rumah dijual di Bogor tipe syariah, KPR syariah pada dasarnya adalah skema pembiayaan yang bersifat general. Tidak hanya dapat meng-cover perumahan-perumahan syariah seperti rumah dijual di Bogor, KPR Syariah kini juga dapat meng-cover hunian-hunian konvensional yang ada.

Menggenggam Hidayah : Perjalanan Panjang Menemukan Islam


Jika kamu tidak terlahir muslim, apakah kamu akan terus berada di jalan ini?

Tujuh tahun lalu, di sebuah masjid aku menyaksikan seorang teman kuliah mengucapkan dua kalimat syahadat. Bergetar dadaku demi memandang seorang perempuan yang dulunya aktivis agamanya telah menjadi seorang muslimah. Ada secuil rasa iri yang menyergap pikiranku kala itu.
“Enak ya dia... Masuk Islam dosanya terhapus semua,”

Namun, satu kalimat yang barangkali terucap serampangan bisa menimbulkan konsekuensi panjang...


***

Tujuh Alasan Traveling ke Kota Solo

Traveling ke Solo - Angin sepoi-sepoi seolah membelai lembut, suasana sore itu terasa begitu menyenangkan. Jauh dari hiruk pikuk ibukota, kami berteduh di bawah sebuah pohon rindang. Di Keraton Solo kami asyik berbincang sembali sesekali mengamati orang-orang yang berlalu lalang.

Tenang, begitulah saya mendeskripsikan Kota Solo, salah satu kota di Jawa Tengah yang menjadi destinasi favorit liburan, entah bersama teman-teman atau keluarga. Jika bersama keluarga, kami lebih suka menikmati wisata kuliner bersama di Kota Solo yang kami singgahi sebelum tiba di Sragen, kota kelahiran Mama. Jika bersama teman-teman, kami lebih suka mengeksplorasi Kota Solo dan sekitarnya.

Dengan akses transportasi yang saat ini semakin mudah, Kota Solo dapat dicapai dengan berbagai moda. Dari Jakarta, ada sekitar sepuluh penerbangan langsung setiap harinya yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam lima belas menit saja. Jika memilih menggunakan mobil, dengan konektivitas jalan tol yang semakin baik, perjalanan Jakarta-Solo bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar tujuh jam, jarak tempuh sekitar 500 km dalam waktu yang tak terlalu lama. Kalau dari kota kelahiran saya di Semarang, dengan adanya tol yang terhubung, kini cukup 1,5 jam untuk mencapai Kota Solo atau kota yang memiliki nama lain Surakarta.

Weekend Escape dari Jakarta? Karimunjawa Pilihan Menggoda

“Pengen liburan tapi cuti terbatas.” 
“Pengen ke pantai-pantai yang indah yang nggak jauh-jauh dari Jakarta?” 
“Pengen liburan yang nggak banyak menguras isi kantong.” 
“Pengen ke pantai yang tenang dan sedikit keramaian?”

Kalau jawabanmu ‘yes’ untuk ketiga pertanyaan di atas, kamu bisa banget mempertimbangkan Karimunjawa sebagai destinasi liburan selanjutnya. Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang terdiri dari 27 pulau, secara geografis termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dijamin akan membuatmu rileks dari hiruk pikuknya ibukota.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk weekend escape bersama teman-teman satu geng. Kami berdelapan mau mengadakan perpisahan untuk lima orang teman yang hendak meneruskan pendidikan S2 selama dua tahun. Liburan ke Karimunjawa menjadi pengalaman yang mengesankan bagi kami. 


Menuju Karimunjawa


Banyak cara menuju ke Karimunjawa mengingat Kabupaten Jepara yang tak jauh-jauh amat dari Jakarta. Kamu bisa naik mobil pribadi, bus, atau travel langsung ke ke Jepara sebelum menyeberang ke Karimunjawa dari Pelabuhan Kartini Jepara. Perjalanan ini kira-kira bisa ditempuh dalam waktu delapan jam atau lebih cepat lagi karena sekarang jalan tol Jawa yang sudah terintegrasi.

Kamu juga bisa naik kereta lalu turun di Stasiun Tawang atau Stasiun Poncol Semarang untuk kemudian naik bus atau travel ke Jepara sebelum nanti menyeberang dari Pelabuhan Kartini. Perjalanan dengan kereta dari Jakarta ke Semarang ditempuh sekitar enam jam dengan kereta eksekutif dan tujuh jam untuk kereta ekonomi.

Dari Pelabuhan Kartini Jepara, wisatawan menggunakan kapal cepat atau kapal ferry untuk menyeberang. Perjalanan dengan kapal cepat membutuhkan wake sekitar 1 jam 15 menit, adapun jika menggunakan kapal feri kira-kira membutuhkan waktu 4,5 jam.

Kalau mau lebih nyaman lagi atau mungkin kamu kurang nyaman dengan perjalanan laut, kamu bahkan bisa naik pesawat ke Karimunjawa langsung loh dari Semarang atau Surabaya. Penerbangan ke Karimunjawa dari Semarang dijadwalkan tiga kali seminggu. 

Jadi, banyak alternatif transportasi yang bisa digunakan. Tinggal pilih sesuai budget dan kenyamanan masing-masing, ya.

Apa Saja yang Ada di Karimunjawa?


Yang utama, tentu saja, pantai. Awalnya saya tak terlalu berekspektasi tinggi dengan pantai di Karimunjawa (paling nggak bagus-bagus amat, pikir saya) tapi ternyata saya salah dong. Keindahan pantai di Karimunjawa jauh melebihi ekspektasi saya. Hamparan nyiur melambai, gundukan pasir putih yang halus, pantai yang bersih dan jernih, karang-karang cantik yang sangat instagrammable, bonus ayunan yang serasa membawa lagi ke kenangan masa kecil. Belum lagi, pemandangan matahari terbit atau terbenamnya yang cakep banget. 

#AyoHijrah Menuju Pengelolaan Keluarga Makin Berkah Bersama Bank Muamalat Indonesia yang Murni Syariah


Kata orang kehidupan baru dimulai setelah menikah. Tepat tanggal 24 Maret 2019 lalu, saya resmi melepas masa lajang. Kehidupan setelah menikah ibarat hijrah yang mana berarti harus lebih baik dibandingkan ketika masih sendiri. Dalam Islam, hijrah berarti berpindah menuju hal yang lebih baik. Dalam hadits Rasulullah SAW juga disebutkan bahwa orang yang kondisi hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia termasuk merugi, bukan?


Apakah Saya Sudah Hijrah?

Jika ditanya apakah kamu sudah hijrah? Kapan kamu hijrah? Saya tak berani mengatakan bahwa saya telah berhijrah. Bagi saya, hijrah adalah sebuah proses berkelanjutan selama hayat masih dikandung badan karena akan selalu ada ruang untuk perbaikan. Namun, tentunya, ada titik mula (starting point) hijrah seseorang. Hijrah bagi saya dimulai ketika saya memutuskan berhijab di usia tujuh belas tahun, di usia itu semakin terbuka mata hati untuk menjalankan perintah agama.

Lalu kemudian saya mendalami Ma’had Tarbiyah selama dua tahun sembari kuliah jurusan akuntansi untuk memperdalam pengetahuan agama.

Apakah mulus-mulus saja macam jalan tol? Oh, tentu tidak. Orang yang mau berhijrah pasti ada saja cobaannya.  Namanya mau naik tingkat, kan?

Kondisi spiritual saya sempat mundur sekian langkah karena pada waktu itu dihampiri beberapa masalah yang membuat saya ingin menyerah. Tapi, masak iya mau udahan hijrahnya? Hijrah adalah proses menjadi lebih baik. Ada titik mulanya tetapi tidak ada titik berhentinya, kecuali jika nyawa sudah meninggalkan raga.

Hijrah selalu memiliki titik mula tetapi tidak ada berhentinya

Akhirnya, saya pun memutuskan mengambil kuliah jurusan ilmu dakwah di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al Manar selepas kerja, seminggu tiga kali. Alhamdulillah, semakin bertambahnya ilmu membuat iman semakin tebal, semakin semangat pula untuk sedikit demi sedikit menambah amal.

Jadi, ya, rasa-rasanya selalu ada momentum yang mana manusia diingatkan oleh Allah akan hijrah. Sampai mana hijrahnya? Seberapa kuat hijrahnya?
Ibarat naik tangga, selalu ada anak tangga dari sebuah proses bernama hijrah.

Membangun Keluarga Adalah Momen Hijrah

Salah satu momen hijrah yang cukup berkesan bagi saya adalah hijrah dari status single menjadi status menikah. Bagaimana bukan hijrah kalau menikah merupakan sebuah penyempurnaan agama, senda gurau suami istri saja dianggap sebagai sebuah ibadah.

Menikah ibarat mengatur ulang (reset) kehidupan menjadi dimulai lagi dari nol. Untuk suami, dialah imam yang bertanggung jawab akan keselamatan keluarganya di dunia dan akhirat. Untuk istri, bila suami ridha padanya maka istri bisa masuk surga dari pintu mana saja yang ia suka.

Saya selalu teringat kata-kata suami di hari pertama kami memulai rumah tangga, “Mulai sekarang, kalau kamu berbuat dosa misalnya ngomongin orang lain, ingatlah kamu sudah punya suami. Abang bertanggung jawab atas kamu. Yuk, kita sama-sama senantiasa memperbaiki diri,”

Hijrah Bersama dalam Ikatan Keluarga

Ibarat berlayar bersama dalam satu kapal, dalam satu keluarga haruslah menuju ke arah yang sama.  Sebagai pengantin baru, saya dan suami bersegera merumuskan hal-hal yang penting bagi keluarga kami, mulai dari aspek ibadah, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Ibarat membangun rumah, pondasi keluarga haruslah kuat agar tak mudah goyah. Komunikasi dan keterbukaan ibarat semen yang merekatkan pondasi dalam rumah tangga.

Khusus untuk pondasi finansial, kami menyusun tujuh pedoman pengelolaan keuangan keluarga. Tujuannya agar pengelolaan keuangan keluarga bisa dilakukan secara syariah agar hidup semakin berkah. Ya, apalagi yang dicari dalam hidup kalau bukan berkah alias kebaikan yang bertambah-tambah.

Apa saja pedomannya?

I Wish I Found You Sooner



A : “ Kenapa ya enggak dari dulu aja kita dipertemukan? Why does it take long time for us to meet?”

B : “Karena mungkin kalau kita ketemu lebih cepat, rasa syukur kita enggak sebesar sekarang,”

Cause you are worthy the long enough wait ~

Doa yang Nanggung

“Ya Allah, saya pengen ngerasain wawancara beasiswa S2. Selanjutnya, terserah Engkau.”
Hampir setahun lalu, saya ingat persis pernah berdoa demikian sebelum mendaftar beasiswa internal Kementerian Keuangan untuk ke luar negeri (beasiswa FETA namanya). Jadi, seleksi untuk mendapatkan beasiswa itu ada beberapa tahap : tahap pertama seleksi administrasi, jika lolos lanjut ke tahap kedua seleksi tertulis (Tes Potensi Akademik dan Tes Bahasa Inggris), jika lolos lagi kemudian lanjut ke seleksi tahap ketiga yakni psikotes dan wawancara. Baru jika lolos seleksi tahap ketiga dinyatakan sebagai calon awardee (penerima beasiswa).

Dan Allah benar-benar mengabulkan doa itu…

Saya lolos hingga tahap terakhir, psikotes dan wawancara. Namun, kemudian langkah saya terhenti karena tak dinyatakan lolos. Ya, saya persis mendapatkan hasil seperti doa yang saya ucapkan sebelum mendaftar.

Kenapa nggak minta supaya mendapatkan beasiswa itu?

Karena pada waktu itu, ada sebuah pertimbangan yang membuat saya ragu-ragu. Mendapatkan beasiswa tentu memiliki berbagai konsekuensi. Nah, saya dalam keadaan antara ya dan tidak atas konsekuensi itu.

Terus? Nyesel? Sempat merasa menyesal berdoa seperti itu lantaran pada akhirnya saya benar-benar ingin mendapatkan kesempatan itu.

Saya pun teringat sebuah hadits.
“Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari 2790 & Ibnu Hibban 4611).

Dalam sebuah kajian yang pernah saya datangi, sang ustadz mengatakan bahwa mudah saja bagi Allah SWT mengabulkan doa kita, apapun itu. Untuk surga sebagai sebagai-baik balasan, kita disuruh meminta surga yang tertinggi. “Jangan berdoa : nggak papa ya Allah, saya di emperan surga aja nggak papa. Di surga yang paling rendah aja nggak papa. Jangan. Mintalah surga tertinggi,”

Nah, tetapi untuk urusan dunia, kita kan nggak tahu yang terbaik yang mana?

Saya berusaha meminta yang terbaik untuk urusan dunia dan akhirat. Enggak menyebutkan yang ‘neko-neko’ lagi seperti doa yang nanggung tadi. Selain itu juga memanjatkan doa ini, “Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan. Artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no. 46, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 381: 570, Al-Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al-Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 227).

Allahu a’lam.